Data China Diharap Ikut Dongkrak Rupiah

Kompas.com - 10/09/2013, 07:59 WIB
Ilustrasi KOMPAS/HERU SRI KUMOROIlustrasi
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Potret suram ketenagakerjaan Amerika Serikat membayangi pergerakan dollar AS, Selasa (10/9/2013). Rupiah pun diharapkan dapat ikut terangkat, di tengah naiknya data perekonomian China.

Semalam dollar AS tergelincir versus mata uang euro. Menurut riset Monex Investindo Futures, ini terjadi di tengah perdebatan pengurangan stimulus oleh The Federal Reserve. Ini juga menyusul data ketenagakerjaan AS yang mengecewakan di akhir pekan lalu.

Adanya kenaikan tipis cadangan devisa dan penguatan IHSG cukup membantu penguatan rupiah meski tipis.

Di sisi lain, menurut riset Trust Securities, laju rupiah juga cukup terbantukan dengan kenaikan dollar Australia pasca pelaksanaan pemilu yang dimenangkan Tony Abbott. Ia berencana membangkitkan perekonomian Australia.

Selain itu, kenaikan Yuan setelah neraca perdagangannya menunjukkan peningkatan pun ikut memengaruhi nilai tukar di regional Asia. Begitupun dengan rilis inflasi China yang cukup stabil sehingga berimbas positif pada laju mayoritas mata uang regional, termasuk rupiah.

Laju rupiah masih dalam kisaran target Trust Securities di level Rp 11.185-11.225 per dollar AS. Diperkirakan rupiah akan bergerak pada rentang Rp 11.180-11.195 per dollar AS (kurs tengah BI).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X