Kompas.com - 10/09/2013, 13:47 WIB
EditorBambang Priyo Jatmiko

SYDNEY, KOMPAS.com — Lembaga riset penerbangan, CAPA Center for Aviation, memproyeksikan PT Garuda Indonesia Tbk dan Lion Air menjadi maskapai yang memiliki pesawat terbanyak di kawasan ASEAN, menyalip Singapore Airlines.

Dalam riset yang dikutip Selasa (10/9/2013), lembaga yang berbasis di Sydney Australia itu menyatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia mendorong tingginya permintaan terhadap moda transportasi.

"Indonesia sebagai negara dengan pasar penerbangan yang tumbuh dengan cepat membuat Garuda dan Lion Air menyalip Singapore Airlines sebagai maskapai dengan moda pesawat terbanyak di kawasan ASEAN," tulis riset tersebut.

Garuda telah mengoperasikan pesawat yang ke-100 pada akhir Agustus, sedangkan Lion segera kedatangan pesawat ke-100 pada akhir 2013. Saat ini, tercatat hanya Singapore Airlines yang memiliki pesawat dengan jumlah di atas 100 unit di kawasan ASEAN.

Saat ini, jumlah unit Singapore Airlines mencapai 102 unit, dan kemungkinan akan berkurang menjadi 101 pesawat pada bulan depan, sedangkan pada saat yang sama Lion Air dan Garuda terus menambah pesawat.

Aditya Panji/Kompas.com Lion Air


"Pengoperasian pesawat ke-100 menjadi tonggak sejarah bagi Garuda dan Lion Air untuk menjadi maskapai yang memiliki armada terbesar di ASEAN. Selain itu, ada juga Malaysia Airlines dan Thai Airways, yang saat ini mengoperasikan sekitar 90 armada pesawat," jelas riset CAPA.

Dalam wawancara dengan lembaga tersebut, Lion mengungkapkan akan mengakhiri tahun ini dengan mengoperasikan pesawat sebanyak 145 unit, sedangkan Garuda sebanyak 139 unit pesawat.


Maskapai lain yang juga berambisi meningkatkan jumlah pesawat adalah AirAsia. Maskapai penerbangan murah yang berbasis di Malaysia tersebut berharap bisa memiliki 137 unit pada akhir tahun ini.

Seiring dengan bertambahnya jumlah pesawat, AirAsia juga segera menyalip Singapore Airlines dalam hal kepemilikan unit pesawat.

Berikut ini adalah proyeksi penambahan jumlah pesawat oleh CAPA Center for Aviation untuk maskapai di kawasan ASEAN pada akhir tahun 2013.

1. Lion Air: 145 pesawat—Lion Air (100), Wings Air (27), Malindo Air (10), Batik Air (8).
2. Garuda: 139 pesawat—Garuda (110), Citilink (29).
3. Singapore Airlines: 138 pesawat—SIA (101), SilkAir (23), SIA Cargo (9), Scoot (5).
4. AirAsia: 137 pesawat—AA Malaysia (70), Thai AA (35), Indonesia AA (29), Philippines AA (3).
5. Malaysia Airlines: 131 pesawat—MAS (98), Firefly (18), MASWings (15). 
6. Thai Airways: 120 pesawat—Thai Airways (92), Thai Smile (10), Nok Air (18).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CAPA
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terowongan 'Headrace' Selesai Dibor, Pembangunan PLTA Asahan 3 Capai 55 Persen

Terowongan "Headrace" Selesai Dibor, Pembangunan PLTA Asahan 3 Capai 55 Persen

Whats New
Kereta Api Pertama di Sulawesi Selatan, Jalur Maros-Barru Ditargetkan Beroperasi Oktober 2022

Kereta Api Pertama di Sulawesi Selatan, Jalur Maros-Barru Ditargetkan Beroperasi Oktober 2022

Whats New
Forum B20 Indonesia, Kadin Soroti Permasalahan Pendidikan di Era Digital

Forum B20 Indonesia, Kadin Soroti Permasalahan Pendidikan di Era Digital

Whats New
Kekuatan UKM Lokal dalam Menghidupi Wisata dan Masyarakat Lokal

Kekuatan UKM Lokal dalam Menghidupi Wisata dan Masyarakat Lokal

Smartpreneur
BCA Raih Penghargaan “The Best Overall Big Caps” dari IICD

BCA Raih Penghargaan “The Best Overall Big Caps” dari IICD

Whats New
RUPST PGN 2022 Setujui Deviden 67,8 Persen dari Laba Bersih 2021

RUPST PGN 2022 Setujui Deviden 67,8 Persen dari Laba Bersih 2021

Whats New
Antisipasi Kecelakaan, Tempat Wisata Diminta Sediakan Tempat Istirahat Sopir Bus yang Memadai

Antisipasi Kecelakaan, Tempat Wisata Diminta Sediakan Tempat Istirahat Sopir Bus yang Memadai

Whats New
Kala Jokowi Bandingkan Harga BBM dan Beras di Indonesia dengan Negara Lain

Kala Jokowi Bandingkan Harga BBM dan Beras di Indonesia dengan Negara Lain

Whats New
Perlunya Menciptakan Personal Branding agar Karier Cemerlang

Perlunya Menciptakan Personal Branding agar Karier Cemerlang

Earn Smart
Biografi Pablo Escobar, Bos Kartel Narkoba Terkaya Dunia

Biografi Pablo Escobar, Bos Kartel Narkoba Terkaya Dunia

Whats New
Pascainsiden Kecelakaan Kerja, PGN Jamin Layanan Gas Bumi di Medan Aman

Pascainsiden Kecelakaan Kerja, PGN Jamin Layanan Gas Bumi di Medan Aman

Rilis
Harum Energy (HRUM) Bakal Stock Split Saham dengan Ratio 1:5, Cek Jadwalnya

Harum Energy (HRUM) Bakal Stock Split Saham dengan Ratio 1:5, Cek Jadwalnya

Earn Smart
Cara Bayar PBB di ATM BRI dan Brimo dengan BRIVA

Cara Bayar PBB di ATM BRI dan Brimo dengan BRIVA

Spend Smart
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
CIMB Niaga Finance Gelar Pameran Virtual,  Sasar Pertumbuhan Pembiayaan 2 Kali Lipat

CIMB Niaga Finance Gelar Pameran Virtual, Sasar Pertumbuhan Pembiayaan 2 Kali Lipat

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.