Serikat Pekerja Batavia Air Minta MA Tolak Kasasi Ditjen Pajak

Kompas.com - 11/09/2013, 13:22 WIB
Calon penumpang melihat salinan tiket Batavia Air yang ditempel di pintu Kantor Batavia Air yang tutup di Kemayoran, Jakarta, Jumat (1/2/2013). Banyak penumpang dan agen perjalanan yang kecewa karena tidak mendapatkan informasi mengenai nasib mereka pascaputusan pailit maskapai tersebut.
KOMPAS/HERU SRI KUMOROCalon penumpang melihat salinan tiket Batavia Air yang ditempel di pintu Kantor Batavia Air yang tutup di Kemayoran, Jakarta, Jumat (1/2/2013). Banyak penumpang dan agen perjalanan yang kecewa karena tidak mendapatkan informasi mengenai nasib mereka pascaputusan pailit maskapai tersebut.
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Serikat pekerja PT Metro Batavia (Batavia Air) meminta Mahkamah Agung (MA) menolak pengajuan kasasi dari Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak). Hal ini terkait Batavia Air yang belum membayar pajak sejak tahun 2010 senilai Rp 323 miliar.

Kuasa pekerja PT Metro Batavia Odie Hudiyanto mengatakan, keinginan kasasi Ditjen Pajak untuk meminta Batavia Air membayar pajak tersebut akan merampas hak pesangon 3.000 karyawan yang sudah kehilangan pekerjaan sejak Februari 2013.

"Permohonan Kasasi pajak tersebut akan merampas hak pesangon 3.000 karyawan yang sudah kehilangan pekerjaan sejak Februari 2013 dan tidak memiliki penghasilan. Jumlah pesangon untuk 3.000 karyawan berjumlah Rp 151 miliar," kata Odie di Jakarta, Rabu (11/9/2013).

Atas rencana kasasi ini, serikat pekerja PT Metro Batavia juga sudah melapor dan menjadwalkan bertemu dengan Ketua MA Muhammad Hatta Ali.

Perkara tersebut saat ini sedang diperiksa oleh Majelis Hakim Agung yang terdiri dari Abdurrahman, Soltony Mohdally dan Valerine Kriekhoff.

Kasasi diajukan oleh Kantor Pajak Madya Jakarta Pusat dengan nomor registrasi perkara Nomor 25 Kas/Pailit/2012/PN.Niaga.Jkt.Pst Jo 02/Renvoy Prosedure/2013/PN.Niaga.Jkt.Pst Jo Nomor 77/Pailit/2012/PN.JktPusat.

Odie menambahkan, serikat pekerja melakukan protes karena tuntutan pembayaran pajak tersebut sudah kadaluarsa yaitu tahun 2010 dan telah dibayar oleh PT Metro Batavia (dalam pailit). Apalagi upaya tersebut hanya berupa asumsi sehingga Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah menolak tuntutan pajak tersebut. "Tuntutan yang akan kami sampaikan dalam audiensi nanti adalah meminta Mahkamah Agung Menolak permohonan kasasi pajak tersebut," tambahnya.

Pihak serikat pekerja PT Metro Batavia akan melakukan audiensi dengan MA pada besok, Kamis (12/9/2013) pukul 11.00 wib dengan mengerahkan 200 orang karyawan Batavia Air (dalam pailit). Sebelum audiensi dilaksanakan, serikat pekerja akan melakukan happening art di depan Mahkamah Agung yang akan diikuti oleh 200 karyawan Batavia Air.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X