Dituding Terlibat Kartel Impor, Mendag: Yang Penting Harga Stabil

Kompas.com - 11/09/2013, 15:47 WIB
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan Sabrina Asril/Kompas.comMenteri Perdagangan Gita Wirjawan
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), mensinyalir adanya praktik kartel dalam tata niaga kedelai sehingga harganya melonjak capai Rp 10.000 per kilogram di tingkat perajin.

Dalam konferensi pers yang digelar Selasa lalu (10/9/2013), INDEF menengarai tiga perusahaan importir terlibat praktik kartel, dan menguasai impor komoditas pangan strategis itu hingga 66,33 persen.

Ketika dikonfirmasi perihal tersebut, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti jika dugaan kartel terbukti.

"Yang penting selama ini mereka semuanya ya, bukan hanya yang tiga saja itu, mendukung untuk bisa menstabilisasi harga. Itu yang penting," tegas Gita, menanggapi dugaan praktik kartel yang diduga dilakukan tiga importir besar, di Jakarta, Rabu (11/9/2013).

Direktur INDEF, Enny Sri Hartati, dalam konferensi persnya, Selasa, menyebutkan, dari 14 perusahaan importir yang terdapat dalam Surat Persetujuan Impor (SPI) kedelai dari Pemerintah pada tanggal 28-29 Agustus 2013, ada tiga importir yang memegang kuota impor terbesar.

Perusahaan tersebut masing-masing adalah PT FKS Multi Agro yang menguasai kuota terbesar dengan 46,71 persen (210.600 ton), PT Gerbang Cahaya Utama sebesar 10,31 persen (46.500 ton), dan PT Budi Semesta Satria sebesar 9,31 persen (42.000 ton). "Sementara perusahaan-perusahaan lain hanya mendapat kuota di bawah lima persen," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X