Kadin Dorong Pembiayaan UKM

Kompas.com - 13/09/2013, 11:08 WIB
Seorang penenun sedang menyelesaikan kain songket Melayu Riau, Rabu (20/2) di salah satu UKM Songket Riau di Kompleks Widyagraha kecamatan Tampan Pekanbaru Riau. Songket Riau berusaha dilestarikan sebagai salah satu budaya bangsa.
KOMPAS/DAHLIA IRAWATISeorang penenun sedang menyelesaikan kain songket Melayu Riau, Rabu (20/2) di salah satu UKM Songket Riau di Kompleks Widyagraha kecamatan Tampan Pekanbaru Riau. Songket Riau berusaha dilestarikan sebagai salah satu budaya bangsa.
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong perbankan untuk menyalurkan pembiayaan ke sektor usaha kecil dan menengah (UKM). Hal ini akan menguatkan UKM agar bisa meningkatkan produktivitas dan lebih berdaya saing.

Wakil ketua Umum Kadin Bidang Perbankan dan Finansial Rosan P Roeslani mengatakan, kontribusi UKM bagi penguatan ekonomi daerah sangat besar sehingga semua pihak harus melakukan upaya-upaya penguatan UKM agar bisa meningkatkan produktivitas dan lebih berdaya saing.

“Jika sebelumnya tidak bankable, semoga nantinya bisa jadi bankable dengan sistem keuangan yang lebih baik, misalnya dengan membuat neraca atau laporan keuangan,” kata Rosan dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (13/9/2013).

Sehingga Kadin memandang untuk berperan serta dalam kegiatan pembiayaan ke UKM ini. Salah satunya melalui lembaga pembiayaan yang dibentuk Kadin, yaitu PT Palapa Nusantara Berdikari. Lembaga bentukan Kadin ini memberikan bantuan pinjaman modal kerja sebesar Rp 350 juta kepada pelaku UKM Sumatera Utara, CV Tamita Takengon di Medan.

Sebelumnya, bantuan modal kerja telah diberikan pula kepada CV Sandy Putra, Bandung sebesar Rp 500 juta, CV Palunesia Rattan, Palu sebesar Rp 350 juta dan kepada CV Citi Mandiri Agritech, Bandung sebesar Rp 100 juta.

Selain memeberikan modal kerja, kata Rosan, Kadin Bidang Perbankan dan Finansial melalui program klinik bisnis UKM daerah, juga berusaha mengedukasi para pelaku UKM dalam pengelolaan usahanya terutama dari sisi manajemen keuangannya.

Rosan mengatakan, hal itu dilakukan karena sebagian besar pelaku UKM menemui kendala seperti minimnya dukungan pembiayaan karena aksesnya yang terbatas kepada lembaga perbankan.

Berkaitan dengan hal itu, pihaknya merekomendasikan kepada para pelaku UKM untuk bisa mengakses permodalan melalui lembaga non perbankan untuk mengembangkan usaha, sehingga tidak terpaku pada perbankan saja.

”Palapa Nusantara Berdikari akan membina badan usaha atau pelaku UKM yang memiliki potensi untuk lebih berkembang, salah satunya seperti UKM yang hari ini kita serahkan pinjaman modal kerja,” ujar dia.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Bidang Perbankan dan Permodalan Kadin Sumatera Utara, Syafruddin Siregar, mengakui, pihaknya telah merekomendasikan UKM-UKM yang potensial kepada Kadin Indonesia melalui PT. Palapa, untuk ditinjau dan dikunjungi dalam rangka penyeleksian penerimaan bantuan permodalan pengembangan usaha tersebut.

“Kami merekomendasikan dan PT Palapa yang memverifikasi beberapa proposal yang diajukan UKM,” Ujar Syafruddin.

Seiring dengan bantuan permodalan tersebut, Syafruddin menegaskan bahwa SDM pelaku UKM harus ditingkatkan. Hal ini dalam rangka meningkatkan daya saing menghadapi persaingan pasar utamanya dengan pihak luar. Dia mengatakan, Kadin Sumatera Utara akan membantu para UKM dalam meningkatkan SDM melalui Layanan Pengembangan Usaha (LPU) yang ada di Sekretariat Kadin Sumatra Utara.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X