Ini Alasan SBY Tunjuk Mahendra sebagai Kepala BKPM

Kompas.com - 16/09/2013, 09:34 WIB
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono KOMPAS.COM/Sandro GatraPresiden Susilo Bambang Yudhoyono
EditorErlangga Djumena


JAKARTA, KOMPAS.com -
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menandatangani surat pengangkatan Wakil Menteri Keuangan, Mahendra Siregar sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menggantikan Chatib Basri yang selama ini merangkap sebagai Menteri Keuangan.

Presiden mengangkat Mahendra sebagai Kepala BKPM untuk menjaga hubungan baik antara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan BKPM. Hal ini disampaikan oleh Firmanzah, Staf Khusus Presiden kepada KONTAN Senin (16/9/2013).

Ia mengatakan, hubungan BKPM dengan Kemenkeu harus terjalin dengan baik, karena kedua lembaga itu harus bersinergi dalam mendatangkan investasi di Indonesia. "Pak Mahendra selama ini ada di Kemenkeu, dan diharapkan setelah menjadi kepala BKPM ada kerja sama dengan Kemenkeu bisa dijaga atau bahkan ditingkatkan untuk mendatangkan investor," ujarnya.

Firmanzah menyebutkan, kerja sama antara BKPM dan Kemenkeu sangatlah penting, khususnya dalam memberikan insentif untuk menarik investor datang ke Indonesia. Nah, perlu diketahui, pemberian insentif untuk investor adalah kewenangan dari Kemenkeu, sementara untuk mendatangkan investor adalah tugas BKPM. "Itulah alasan presiden mengapa memilih Mahendra," terang Guru Besar Ekonomi dari Universitas Indonesia ini.

Dalam kondisi gejolak ekonomi saat ini, pemerintah ingin agar investasi bisa berkembang. Salah satu cara untuk menarik investasi itu adalah dengan mengurangi tahap perizinan yang selama ini membuat investor ogah ke Indonesia.

Nah, dengan terpilihnya Mahendra, maka investasi dalam negeri diharapkan bisa digenjot lagi melalui pemberian insentif seperti pengurangan pajak maupun insentif dalam bentuk lainnya.

Sebelumnya, santer nama Dino Pati Jalal disebut-sebut sebagai calon kepala BKPM. Namun, seperti diketahui bersama, Dino lebih memilih menjadi calon presiden dalam konvensi Partai Demokrat ketimbang maju menjadi kepala BPKM. (Noverius Laoli)



Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X