Penaikan Royalti Batubara Ditunda, Ini Dalih Pemerintah

Kompas.com - 16/09/2013, 19:18 WIB
Sungai Barito di Kalimantan Selatan menjadi jalur angkutan batubara yang dimuat di tongkang dan ditarik kapal tunda. Pasokan batu bara dari Kalimantan untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri dan diekspor. KOMPAS/ADI SUCIPTOSungai Barito di Kalimantan Selatan menjadi jalur angkutan batubara yang dimuat di tongkang dan ditarik kapal tunda. Pasokan batu bara dari Kalimantan untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri dan diekspor.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menunda rencana menaikkan tarif royalti batu bara bagi pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP). Rencananya tarif baru tersebut akan diundur hingga 2014.

"Ini memang lagi dievaluasi. Sedang menerima masukan dari yang lain dan nanti akan dievaluasi," kata Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo saat ditemui di Gedung DPR Jakarta, Senin (16/9/2013).

Saat ini pemerintah memang masih menunggu masukan dari industri terkait harga batubara, kondisi pertambangan, ekspor yang menurun hingga soal kebijakan China yang melakukan pembatasan ekspor batubara.

Tarif royalti IUP memang lebih rendah dari Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) yang hanya 7 persen. Sehingga pihak Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mempertanyakan tarif ini.

Untuk itu, saat ini masih digelar diskusi bersama Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI). Kementerian Keuangan dan Kementerian Perdagangan akan mereview wacana kenaikan royalti baik besarannya hingga mekanismenya. Hal ini akan membuat iklim usaha pertambangan akan lebih baik.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X