Harga Kedelai Bulog Turun, Harga Tahu Tempe Tetap Naik 10-20 Persen

Kompas.com - 17/09/2013, 09:44 WIB
Perusahaan tahu di Pamekasan, bisa bertahan dengan mencapur kedelai lokal dengan kedelai impor. Selain itu ukurannya juga semakin diperkecil. KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMANPerusahaan tahu di Pamekasan, bisa bertahan dengan mencapur kedelai lokal dengan kedelai impor. Selain itu ukurannya juga semakin diperkecil.
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Perajin tahu tempe yang tergabung dalam Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo) mengatakan, meski harga kedelai dari Perum Bulog ke perajin sudah turun, namun harga tahu dan tempe tetap naik antara 10-20 persen.

Alasannya perajin sudah mengalami kenaikan harga berkali-kali. Sehingga penurunan harga yang baru sekali dari Perum Bulog belum dapat mengompensasi biaya produksi yang cukup memberatkan beberapa pekan belakangan.

"Teman-teman perajin minta maaf. Dari Juli kami beli kedelai impor Rp 7.000 per kilogram, Agustus awal Rp 7.250 per kilogram, pertengahan Agustus Rp 7.700 per kilogram, dan akhir Agustus Rp 8.900 per kilogram, dan sekarang lebih. Jadi kami sampaikan harga tahu tempe tetap naik 10 - 20 persen," ujar Ketua Umum Gakoptindo, Aip Syaifuddin, dalam sesi tanya jawab di Gudang Bulog Divre DKI, Pulogadung, Jakarta, Senin (16/9/2013).

Sebagaimana diberitakan, Perum Bulog menjual perdana kedelai lokal dari petani di Provinsi Aceh kepada Gakoptindo seharga Rp 8.100 per kilogram melalui proses lelang. Aip mengatakan, harga tersebut cukup memuaskan perajin, karena kedelai sudah dibersihkan dan sesuai SNI Kemendag, meskipun harganya dirasa masih tinggi.

"Tadinya kita minta Rp 7.700 per kilogram. Karena ini baru pertama kali dan semoga bisa merangsang petani dalam negeri, kami tidak apa-apa," ujar Aip.

Berdasarkan surat Menteri Perdagangan RI No. 04 PI-57.13.0037 tanggal 29 Agustus 2013, Perum Bulog diberi izin impor sebesar 100.000 ton, yang didatangkan melalui semua pelabuhan di Indonesia. Selain itu, Perum Bulog juga ditugaskan untuk membeli kedelai dari petani sebanyak 25.841 ton, dan menjual ke pengrajin sejumlah tersebut dengan penetapan harga yang berlaku.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X