Bakrieland Tolak Permohonan PKPU Bank of New York

Kompas.com - 17/09/2013, 14:36 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak PT Bakrieland Develoment Tbk tetap menolak permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), sebesar 155 juta dollar AS, karena pemohon dinilai tidak memenuhi syarat formal.

Tim kuasa hukum PT Bakrieland Develoment Tbk yang diwakili Aji Wijaya menuturkan, syarat tersebut adalah tidak dipenuhinya ayat 70 dalam Peraturan Menteri Luar Negeri no.09 tahun 2006.

"Seperti apa yang dijelaskan ahli tadi bahwa permohonan yang diajukan pemohon tidak memenuhi syarat formil. Contoh si trustee Bank of New York tidak pernah membuktikan di pengadilan siapa yang jadi pemegang obligasi.Apakah benar itu pemegang obligasi atau bukan. Menurut keterangan ahli harus ditolak permohonan PKPU," kata Aji usai sidang pembacaan duplik dan keterangan dari saksi ahli, di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Selasa (17/9/2013).

Dalam persidangan yang ketiga ini, dihadirkan dua orang saksi ahli baik dari pemohon Bank of New York, Nindyo Pramono, maupun dari PT Bakrieland Develoment Tbk, Henry Panggabean. Dalam persidangan Henry mengatakan, hukum acara haru memenuhi syarat dan harus jelas. Jika tidak dipenuhi maka, tergugat berhak menolak "Tidak boleh mengarang-ngarang," kata Henry.

Aji menambahkan, kreditur tidak pernah dibuktikan dalam persidangan. Sementara permohonan dilayangkan pada 2 September 2013, legalisasi berkas baru masuk pada sidang hari ini, 17 September 2013.

"Artinya pada saat permohonan tanggal 2, syarat yang ditetapkan di angka 70 Permenlu tidak dipenuhi. Angka 71nya, menyebutkan apabila syaat-syarat yang dimaksud diangka 70 tidak dipenuhi, harus ditolak," jelas Aji.

"Pendaftaran 2 september artinya waktu itu tida ada legalisasi. Apakah itu yang tandatangan pejabat atau tukang ojek di pinggir jalan," imbuhnya.

Sementara itu, kuasa hukum dari Bank of New York, Nira, tidak mau memberikan tanggapan kepada media atas syarat yang tidak dipenuhi tersebut. "Masalahnya saya sama klien saya enggak boleh ngomong sama wartawan," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengintip Gaji Kabareskrim Komjen Agus Andrianto

Mengintip Gaji Kabareskrim Komjen Agus Andrianto

Whats New
Utang Pemerintah Tembus Rp 7.496 Triliun, Kemenkeu Bilang Masih Aman

Utang Pemerintah Tembus Rp 7.496 Triliun, Kemenkeu Bilang Masih Aman

Whats New
Bagaimana Peran Industri Telekomunikasi Mendukung Potensi Startup di Indonesia?

Bagaimana Peran Industri Telekomunikasi Mendukung Potensi Startup di Indonesia?

Whats New
Biaya Rp 2.500, Simak Cara Transfer Antarbank via BI Fast di BRImo

Biaya Rp 2.500, Simak Cara Transfer Antarbank via BI Fast di BRImo

Spend Smart
Jasindo Salurkan Pendanaan Senilai Rp 900 Juta untuk Kelompok Tani Ternak di Tulungagung

Jasindo Salurkan Pendanaan Senilai Rp 900 Juta untuk Kelompok Tani Ternak di Tulungagung

Whats New
Upaya Subholding Gas Pertamina Tingkatkan Penggunaan dan Pengembangan Infrastruktur Gas Bumi

Upaya Subholding Gas Pertamina Tingkatkan Penggunaan dan Pengembangan Infrastruktur Gas Bumi

Whats New
Bakal Ditinjau Jokowi, Pekerjaan Kavling Kawasan Inti IKN Nusantara Dimulai Januari 2023

Bakal Ditinjau Jokowi, Pekerjaan Kavling Kawasan Inti IKN Nusantara Dimulai Januari 2023

Whats New
Kompasianival Hadir Kembali Secara Offline, Angkat Tema 'Kelana Masa Depan'

Kompasianival Hadir Kembali Secara Offline, Angkat Tema "Kelana Masa Depan"

Rilis
Pelaku Industri Properti Optimistis Bisnis Tetap Tumbuh Positif Tahun Depan

Pelaku Industri Properti Optimistis Bisnis Tetap Tumbuh Positif Tahun Depan

Whats New
Tak Setuju Kenaikan Cukai Rokok 10 Persen, Petani Tembakau Usul 5 Persen

Tak Setuju Kenaikan Cukai Rokok 10 Persen, Petani Tembakau Usul 5 Persen

Whats New
Telefast, Volta, dan MCAS Group Kerja Sama Kembangkan Bisnis Kendaraan Listrik

Telefast, Volta, dan MCAS Group Kerja Sama Kembangkan Bisnis Kendaraan Listrik

Whats New
Ada Tren Kenaikan Suku Bunga BI, Ini Dampaknya ke Bunga Simpanan Bank

Ada Tren Kenaikan Suku Bunga BI, Ini Dampaknya ke Bunga Simpanan Bank

Whats New
Yakin Produksi Beras Dalam Negeri Cukup, Mentan: Cek Saja Data BPS

Yakin Produksi Beras Dalam Negeri Cukup, Mentan: Cek Saja Data BPS

Whats New
Survei Grab: Mie Instan dan Nasi Goreng adalah Menu yang Paling Banyak Dipesan di GrabMart dan GrabFood

Survei Grab: Mie Instan dan Nasi Goreng adalah Menu yang Paling Banyak Dipesan di GrabMart dan GrabFood

Whats New
Menteri Teten Resmi Pecat PNS Kemenkop UKM Pelaku Kekerasan Seksual

Menteri Teten Resmi Pecat PNS Kemenkop UKM Pelaku Kekerasan Seksual

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.