DPR Ragukan Target Produksi Kedelai Nasional 1,7 Juta ton

Kompas.com - 17/09/2013, 21:11 WIB
Pekerja memperlihatkan kedelai impor di toko Sinar Kedele di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (2/3/2013). KOMPAS/PRIYOMBODOPekerja memperlihatkan kedelai impor di toko Sinar Kedele di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (2/3/2013).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI), Viva Yoga Mauladi, pesimistis produksi nasional kedelai sentuh 1,7 juta ton pada 2014.

"Saya pesimis, sudah tahu ada penyusutan lahan, sudah tahu petani dibiarkan, kenapa baru sekarang ngomong perluasan lahan," kata dia kepada Kompas.com, di Rumah Gagasan PAN 14, di Jakarta, Selasa (17/9/2013).

Hal itu menanggapi pernyataan Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan, bahwa Kementerian Pertanian akan memperluas lahan produksi kedelai 200 ribu hektare pada 2013, dan sekitar 250 ribu hektare pada 2014.

Sementara itu, lahan yang eksisting ditanami kedelai saat ini seluas 570 ribu hektare. "Kalau ada 1 juta hektare lahan kalikan 1,7 ton (1 hektare produksi 1,7 ton) itu ada 1,7 juta ton. Itu sudah lumayan bisa mengganti posisi kedelai impor yang terlalu besar," kata dia, Senin.

Yoga mengatakan seharusnya pemerintah tidak boleh mengambil kebijakan "tiba masa tiba akal". Kebijakan untuk sektor pertanian harus terencana dan tersistem. "Di mana tempatnya, tanyakan Kementan. Kenapa baru sekarang ngomong begitu," lanjut politisi dari PAN itu.

Ia juga mengatakan, pemerintah gagal dalam program pertanian. Indikatornya, pertama, lahan pertanian produktif semakin menyusut diganti dengan tumbuhnya lahan properti. Kedua, infrastruktur dan jaringan irigasi mengalami kerusakan.

"Ketiga, jumlah petani produsen semakin menyusut. Kenapa? Pemerintah tidak mampu menstabilkan harga dan memenuhi pasikan barang. Di atas itu semua ketidakpastian itu tanggungjawab pemerintah," pungkasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X