Kompas.com - 18/09/2013, 15:36 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Kredit korporasi PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) tetap tumbuh sebesar 25 persen, walaupun ekonomi Indonesia mengalami perlambatan.

"Target kredit korporasi tidak revisi. Setahun kami tumbuh antara 20-25 persen," kata Direktur Business Banking BNI Krishna Suparto di Hotel Four Seasons Jakarta, Rabu (18/9/2013) siang.

BNI, lanjut Krishna, juga memberikan kredit korporasi ke delapan sektor industri, seperti agribisnis, konstruksi, kelistrikan, migas, dan infrastruktur. Selain itu, BNI juga melakukan sindikasi dengan PT Angkasa Pura I dengan total proyek Rp 4 triliun.

BNI juga mengucurkan kredit korporasi senilai Rp 2 triliun di sektor kimia (chemical). "Hari ini juga melakukan signing dengan Angkasa Pura I. Nilai total sebesar Rp 4 triliun. Ada empat bank. Kami kucurkan kredit sekitar Rp 1 triliun," kata Krishna.

Terkait pertumbuhan kredit korporasi, Krishna menyebut pertumbuhan terbilang baik. "Kami belum melihat perlambatan. Justru ada beberapa debitur yang melihat kesempatan ditengah perlambatan ekonomi Indonesia saat ini yang memang tidak seperti krisis pada 2008 lalu," ujarnya.

Walaupun pertumbuhan kredit korporasi tidak mengalami perlambatan, Krisha mengaku ada beberapa sektor yang mengalami perubahan jadwal, seperti pembangunan konstruksi untuk pusat perbelanjaan dan perhotelan.

Meskipun demikian, untuk kredit korporasi yang fokus pada Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) misalnya, pembangunan jalan dan beberapa proyek infrastruktur tetap berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan .

"Itu untuk mengantisipasi pertumbuhan ekonomi yang akan terjadi dan perluasan pasar, maka untuk jalan tetap berjalan dan lebih besar lagi," tandas Krishna.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Uji Coba Beli Pertalite Pakai MyPertamina Dimulai, Ini Solusi Bagi yang Tidak Punya HP

Uji Coba Beli Pertalite Pakai MyPertamina Dimulai, Ini Solusi Bagi yang Tidak Punya HP

Whats New
Menaker: Sebagian Hidup Menpan-RB Tjahjo Kumolo Didedikasikan untuk Negara

Menaker: Sebagian Hidup Menpan-RB Tjahjo Kumolo Didedikasikan untuk Negara

Whats New
Tolak Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi, Buruh: Itu Melanggar Hak Asasi Manusia

Tolak Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi, Buruh: Itu Melanggar Hak Asasi Manusia

Whats New
Aplikasi dan Web MyPertamina Sempat Eror, Ini Kata Pertamina

Aplikasi dan Web MyPertamina Sempat Eror, Ini Kata Pertamina

Whats New
Sri Mulyani: Tjahjo Kumolo Rekan Sejawat yang Kompak dan Dapat Diandalkan...

Sri Mulyani: Tjahjo Kumolo Rekan Sejawat yang Kompak dan Dapat Diandalkan...

Whats New
Tarif Listrik Naik per 1 Juli 2022, Ini Cara Turun Daya Listrik PLN

Tarif Listrik Naik per 1 Juli 2022, Ini Cara Turun Daya Listrik PLN

Whats New
Sosok Tjahjo Kumolo di Mata Buruh: Memotivasi dan Peduli

Sosok Tjahjo Kumolo di Mata Buruh: Memotivasi dan Peduli

Whats New
BUMN Berdikari Buka Lowongan Kerja, Cek Posisi dan Persyaratannya

BUMN Berdikari Buka Lowongan Kerja, Cek Posisi dan Persyaratannya

Work Smart
Tarif Listrik Orang Kaya Naik, Sri Mulyani Jamin Daya Beli Masyarakat dan Inflasi Terjaga

Tarif Listrik Orang Kaya Naik, Sri Mulyani Jamin Daya Beli Masyarakat dan Inflasi Terjaga

Whats New
Menpan-RB Tjahjo Kumolo Berpulang, Mentan SYL Ungkapkan Duka Mendalam

Menpan-RB Tjahjo Kumolo Berpulang, Mentan SYL Ungkapkan Duka Mendalam

Whats New
Pemerintah Kantongi Rp 61 Triliun dari 'Tax Amnesty' Jilid II

Pemerintah Kantongi Rp 61 Triliun dari "Tax Amnesty" Jilid II

Whats New
Insurtech Bakal Dongkrak Penetrasi Asuransi, Kenapa?

Insurtech Bakal Dongkrak Penetrasi Asuransi, Kenapa?

Whats New
Bank Indonesia Ulang Tahun Ke-69, Ini Pesan Gubernur BI

Bank Indonesia Ulang Tahun Ke-69, Ini Pesan Gubernur BI

Whats New
AAJI Dorong Investasi Industri Asuransi ke ESG

AAJI Dorong Investasi Industri Asuransi ke ESG

Whats New
BI Perkirakan Nilai Tukar Rupiah Tahun Ini di Kisaran Rp 14.300-14.700 Per Dollar AS

BI Perkirakan Nilai Tukar Rupiah Tahun Ini di Kisaran Rp 14.300-14.700 Per Dollar AS

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.