Kompas.com - 18/09/2013, 16:52 WIB
ILUSTRASI KOMPAS/ALBERTUS HENDRIYO WIDIILUSTRASI
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Staf ahli kepresidenan untuk bidang penanggulangan kemiskinan, H.S. Dillon menilai warisan terbesar yang diterima bangsa Indonesia dari Belanda adalah praktik kartel.

"Makanya republik ini belum pernah merdeka, karena praktik-praktik Belanda dilaksanakan terus," kata ekonom pertanian itu, di Jakarta, Rabu (18/9/2013).

Ha itu dia ungkapkan untuk menyoroti masalah suplai kedelai di Indonesia, yang tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah sejak dulu. Kondisi ini berbeda jauh sekali dibandingkan dengan petani di Amerika Serikat, di bawah American Soybean Association.

Dillon berpendapat ketidakmampuan pemerintah dalam membuat kebijakan yang utuh dan efektif, disebabkan banyaknya pihak yang berkepentingan dengan kondisi saat ini. Padahal seharusnya pemerintah bisa memberikan insentif seperti melalui kredit, perbaikan infrastruktur, dan kebijakan harga.

"Menteri Pertanian Suswono orang baik tapi enggak bisa duduk dengan teman pertanian, (malah) mengharapkan orang lain menyusun kebijakan," kata Dillon.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.