Dahlan Akui Indonesia Telat Bangun Kilang Minyak

Kompas.com - 19/09/2013, 07:26 WIB
Menteri BUMN, Dahlan Iskan saat menjelaskan rencana pembangunan monorel, di kantor Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Kamis (7/2/2013).    TRIBUNNEWS/HERUDINMenteri BUMN, Dahlan Iskan saat menjelaskan rencana pembangunan monorel, di kantor Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Kamis (7/2/2013).
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com
- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengakui pembangunan kilang minyak (refinary) sudah sangat terlambat, meski sampai hari ini upaya untuk mencari investornya masih terus dilakukan.

"Sudah telat (kalau bangun 2014), harusnya tahun ini," kata Dahlan ditemui usai rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, di gedung parlemen, Jakarta, Rabu malam (18/9/2013).

Ia mengatakan, untuk membangun satu kilang minyak diperlukan setidaknya Rp 70 triliun. Idealnya harus dibangun dua kilang minyak agar ketergantungan Indonesia untuk mengolah minyak di luar negeri bisa berkurang.

"Jadi seolah-olah minyak mentah ini mondar-mandir, diekspor keluar (untuk diolah), kemudian impor minyak mentah lagi," kata Dahlan dalam rapat.

Ketua Komisi VI DPR RI, Airlangga Hartarto, mengatakan, Indonesia merupakan nett importir bagi Singapura. Negeri Singa itu memiliki dua refinary. Ia meminta Dahlan untuk membuat rencana ketahanan energi, terutama untuk Pertamina.

"DPR sudah memutuskan melalui angket yaitu untuk membangun refinary. Dengan GDP 3.400 dollar AS, membangun refinary bukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan. Indonesia butuh minimal dua refinary," kata Airlangga.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X