Mendag Ancam Pengedar Gula Rafinasi

Kompas.com - 19/09/2013, 17:24 WIB
Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan, saat menghadiri orasi ilmiah di Unisma Malang, Jawa Timur, Kamis (19/9/2013). KOMPAS.com/Yatimul AinunMenteri Perdagangan RI Gita Wirjawan, saat menghadiri orasi ilmiah di Unisma Malang, Jawa Timur, Kamis (19/9/2013).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

MALANG, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan, akan menidak tegas pengedar gula Rafinasi ke pasaran, yang berakibat anjloknya harga gula lokal.

"Soal gula rafinasi, kita akan tindak tegas yang nakal. Kita sudah mulai menyelidiki di beberapa daerah," katanya, ditemui usai mengisi acara orasi ilmiah, untuk mahasiswa baru di Universitas Islam Malang (Unisma), Kamis (19/9/2013).

Saat ditanya mengenai daerah yang rawan peredaran gula rafinasi, Gita enggan menjawabnya. "Kita belum menentukan daerah mana yang rawan. Tapi tim sudah menyelidikinya," katanya.

Gita mengklaim bahwa pemerintah pro petani. "Kita tetap pro petani. Yang nakal akan ditindak tegas. Tidak akan tebang pilih," tegasnya.

AKibat beredarnya gula rafinasi di pasar, ribuan petani tebu di Malang banyak mengeluh. Hal ini lantaran tebu dihargai murah oleh pabrik gula, dan rendemen rendah akibat cuaca dimusim kemarau.

Untuk itu, pihak Asosiasi Petanu Tebu Rakyat (APTR) Kabupaten Malang mendesak menteri perdagangan untuk segera mengaudit perdaran gula rafinasi di pasaran.

"Karena sudah tidak sesuai dengan SK 527 tentang peredaran gula rafinasi. Akibatnya petani tebu yang dirugikan. Itu tuntutan kita ke Mendag," tegas Ketua APRT Dwi Irianto.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X