Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Singapura Mulai "Anti" Pekerja Profesional Asing

Kompas.com - 24/09/2013, 11:47 WIB
EditorBambang Priyo Jatmiko

SINGAPURA, KOMPAS.com — Kecemasan akan tergusurnya kesempatan tenaga kerja lokal oleh ekspatriat untuk pekerjaan profesional ternyata tak hanya dirasakan Indonesia. Singapura, yang tercatat sebagai salah satu negara paling kompetitif di dunia, juga mengalami hal yang serupa.

Untuk itu, Singapura akan memperketat pekerja profesional ekspatriat. Pemerintah Singapura akan melarang perusahaan yang berada di negara tersebut mempekerjakan tenaga profesional asing dan lebih memberikan kesempatan bagi warga negara Singapura. Caranya adalah dengan memperketat proses imigrasi.

Guna meningkatkan aksesibilitas warga Singapura menduduki posisi sebagai pekerja profesional, salah satu yang diatur oleh Pemerintah Singapura adalah mewajibkan bank mengumumkan secara terbuka posisi yang kosong kepada warga negara tersebut, sebelum menawarkan kepada tenaga kerja asing.

Adapun jabatan yang harus ditawarkan terlebih dulu kepada warga Singapura adalah posisi dengan bayaran per bulan sekurang-kurangnya 3.000 dollar Singapura atau 2.400 dollar AS (sekitar Rp 25 juta per bulan).

“Muncul kekhawatiran di kalangan warga Singapura mengenai isu pekerjaan itu. Saya pikir itu fair, dan saat ini waktunya bagi kami untuk memulai peraturan tersebut," ujar Menteri Tenaga Kerja Singapura, Tan Chuan-Jin.

Menurutnya, saat ini banyak warga Singapura yang memiliki kemampuan memadai sebagai profesional dan sedang mencari pekerjaan. Dengan cara itu, pemerintah negara tersebut ingin memfasilitasi agar pencari kerja memperoleh pekerjaan yang sesuai.

Saat ini Singapura mulai melakukan kampanye untuk mengurangi tenaga kerja profesional asing. “Ini merupakan langkah positif dari Pemerintah Singapura untuk memperketat kualitas dan kuantitas pekerja asing. Pemerintah saat ini sedang mengupayakan agar masyarakat kelas menengah ke bawah memiliki kesempatan melakukan mobilisasi ekonomi," jelas Chua Hak Bin, ekonom Bank of America Corp, Singapura.

Rasio angka pengangguran Singapura naik menjadi 2,1 persen pada kuartal kedua tahun ini. Hal ini setara dengan 50.000-60.000 warga Singapura tak memiliki pekerjaan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber Bloomberg
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terus Bertambah, Ini Daftar 14 Perusahaan Teknologi Dunia yang PHK Karyawannya di 2023

Terus Bertambah, Ini Daftar 14 Perusahaan Teknologi Dunia yang PHK Karyawannya di 2023

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Naik Rp 5.000 Per Gram, Cek Harga Emas Antam Hari Ini

Naik Rp 5.000 Per Gram, Cek Harga Emas Antam Hari Ini

Earn Smart
Cara Buka Rekening BSI Online Tanpa ke Bank, Bisa Langsung Aktif

Cara Buka Rekening BSI Online Tanpa ke Bank, Bisa Langsung Aktif

Spend Smart
Tips Memilih Saham IPO agar Tidak 'Boncos'

Tips Memilih Saham IPO agar Tidak "Boncos"

Earn Smart
Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga Mereda, Harga Minyak Dunia Naik Hampir 2 Persen

Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga Mereda, Harga Minyak Dunia Naik Hampir 2 Persen

Whats New
KAI Properti Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Simak Persyaratannya

KAI Properti Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Simak Persyaratannya

Work Smart
Pangkas 500 Karyawannya, eBay Bakal Fokus Garap Bisnis yang Menguntungkan

Pangkas 500 Karyawannya, eBay Bakal Fokus Garap Bisnis yang Menguntungkan

Whats New
Kreditur Minta Pengadilan Nyatakan Garuda Indonesia Pailit

Kreditur Minta Pengadilan Nyatakan Garuda Indonesia Pailit

Whats New
Investor Asing Kembali Catat Net Buy, Saham Perbankan Masih Paling Diminati

Investor Asing Kembali Catat Net Buy, Saham Perbankan Masih Paling Diminati

Earn Smart
IHSG Berpotensi Tertekan, Cermati Saham-saham Berikut Ini

IHSG Berpotensi Tertekan, Cermati Saham-saham Berikut Ini

Earn Smart
Sengkarut Asuransi Bermasalah Bikin Presiden Jokowi 'Gerah', Bagaimana Penanganannya hingga Saat Ini?

Sengkarut Asuransi Bermasalah Bikin Presiden Jokowi "Gerah", Bagaimana Penanganannya hingga Saat Ini?

Whats New
[POPULER MONEY] Beli Minyakita Maksimal 10 Liter, Harus Pakai KTP | Uji Coba Beli Elpiji 3 Kg Pakai KTP akan Diperluas

[POPULER MONEY] Beli Minyakita Maksimal 10 Liter, Harus Pakai KTP | Uji Coba Beli Elpiji 3 Kg Pakai KTP akan Diperluas

Whats New
Mengenal 9 Manfaat Perdagangan Internasional bagi Perekonomian Negara

Mengenal 9 Manfaat Perdagangan Internasional bagi Perekonomian Negara

Earn Smart
Cara Cek Pajak Kendaraan dengan Mudah, Bisa lewat HP

Cara Cek Pajak Kendaraan dengan Mudah, Bisa lewat HP

Spend Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+