Kompas.com - 24/09/2013, 15:29 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mempertimbangkan akan memberikan sanksi kepada pemilik mobil murah yang mengonsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Hal ini dilakukan sebelum pemerintah memberikan aturan secara resmi mengenai larangan mobil murah mengonsumsi BBM bersubsidi.

"Ini yang sedang kami bicarakan terutama dengan kantor Menko Perekonomian, bagaimana melakukan pengawasan secara intensif dan memberikan sanksi," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat selepas rakor di kantor Kementerian Perekonomian Jakarta, Selasa (24/9/2013).

Saat ini, pemerintah sudah konsultasi tentang rencana pembuatan aturan larangan konsumsi BBM bersubsidi pada mobil murah. Pemerintah pun juga sedang merumuskan aturan tersebut dan akan dirilis dalam waktu dekat. Intinya, pemerintah berkomitmen untuk menjaga kuota BBM bersubsidi agar tidak jebol.

Pemerintah pun berharap juga tidak mau menambah kuota BBM bersubsidi yang sudah direncanakan. "Kita jangan berdebat dulu, tapi tujuan kita itu melakukan itu, tidak mau menambah BBM bersubsidi, itu prinsipnya," jelasnya.

Seperti diberitakan, Menteri Perindustrian MS Hidayat menyarankan kepada pemilik mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/LCGC) agar tidak memakai bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Sebab, hal tersebut akan merusak mesin mobil.

"Bagi pemilik mobil murah ini, kalau dia menggunakan BBM di bawah Ron 92 (Pertamax) dan dalam satu-dua tahun mobilnya rusak," kata Hidayat saat ditemui di JI Expo Jakarta, Kamis (19/9/2013).

Ia menambahkan, bila pemilik mobil murah memaksakan pemakaian premium dan mesin rusak, tidak akan mendapatkan garansi dari produsennya. Hal ini untuk menjaga kualitas mesin mobil murah tersebut.

Pemerintah menjelaskan bahwa produksi mobil murah ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah agar bisa membeli mobil murah. Harapannya, semua kalangan ini bisa menikmati membeli mobil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengertian Biaya Overhead, Jenis, Contoh, dan Hitungannya

Pengertian Biaya Overhead, Jenis, Contoh, dan Hitungannya

Whats New
Ditutup Melemah, Nilai Tukar Rupiah Kembali ke Kisaran Rp 15.250 per Dollar AS

Ditutup Melemah, Nilai Tukar Rupiah Kembali ke Kisaran Rp 15.250 per Dollar AS

Whats New
Harga Kedelai Tinggi, Ukuran Tahu Tempe Mengecil

Harga Kedelai Tinggi, Ukuran Tahu Tempe Mengecil

Whats New
Fintech Lending dan UMKM Kumpul di Yogyakarta, Pacu Literasi dan Inklusi Keuangan

Fintech Lending dan UMKM Kumpul di Yogyakarta, Pacu Literasi dan Inklusi Keuangan

Whats New
Keseimbangan Pasar: Pengertian, Proses dan Faktor yang Memengaruhinya

Keseimbangan Pasar: Pengertian, Proses dan Faktor yang Memengaruhinya

Earn Smart
Keunggulan Minyak Makan Merah Dibandingkan Minyak Goreng Biasa

Keunggulan Minyak Makan Merah Dibandingkan Minyak Goreng Biasa

Whats New
BUMN Dinilai Perlu Ciptakan Diversifikasi Pendanaan Agar Tak Ketergantungan dengan APBN

BUMN Dinilai Perlu Ciptakan Diversifikasi Pendanaan Agar Tak Ketergantungan dengan APBN

Whats New
IHSG Akhiri Pekan Turun 0,70 Persen, INKP, BBCA, dan ARTO Jadi Top Losers

IHSG Akhiri Pekan Turun 0,70 Persen, INKP, BBCA, dan ARTO Jadi Top Losers

Whats New
Simak Biaya BBN Motor Terbaru, Syarat, dan Cara Mengurusnya

Simak Biaya BBN Motor Terbaru, Syarat, dan Cara Mengurusnya

Spend Smart
Simak 4 Tips Hadapi Dampak Inflasi dan Stagflasi Global

Simak 4 Tips Hadapi Dampak Inflasi dan Stagflasi Global

Whats New
Pertamina Group Buka Lowongan Kerja hingga 11 Oktober 2022, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Pertamina Group Buka Lowongan Kerja hingga 11 Oktober 2022, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Work Smart
Hadapi Resesi Ekonomi 2023, Lakukan Langkah Penting Ini

Hadapi Resesi Ekonomi 2023, Lakukan Langkah Penting Ini

Spend Smart
Sektor Perbankan Jadi Kunci Penting dalam Penerapan Green Economy

Sektor Perbankan Jadi Kunci Penting dalam Penerapan Green Economy

BrandzView
Pasca Pandemi Covid-19, Traktor Nusantara Optimis Usaha Sektor Logistik Makin Membaik

Pasca Pandemi Covid-19, Traktor Nusantara Optimis Usaha Sektor Logistik Makin Membaik

Whats New
Minat Jadi Lender Fintech? Simak Dulu Risikonya

Minat Jadi Lender Fintech? Simak Dulu Risikonya

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.