Kompas.com - 27/09/2013, 17:34 WIB
President Direktur PT XL Axiata Tbk, Hasnul Suhaimi (Kiri) bersama dengan Chairman of the Board of Saudi Telecom Company, Mr. Abdulaziz A. Alsugair (Tengah), serta - Group CFO of Saudi Telecom Company, Mr. K. Ravi Kumar (Kanan), dalam penandatanganan Perjanjian Jual Beli Bersyarat (Conditional Sales Purchase Agreement  - CSPA) dengan Saudi Telecom Company (STC) dan Teleglobal Investment B.V. (Teleglobal), yang merupakan anak perusahaan STC, di Jakarta, 26 September 2013. Dok. XL AxiataPresident Direktur PT XL Axiata Tbk, Hasnul Suhaimi (Kiri) bersama dengan Chairman of the Board of Saudi Telecom Company, Mr. Abdulaziz A. Alsugair (Tengah), serta - Group CFO of Saudi Telecom Company, Mr. K. Ravi Kumar (Kanan), dalam penandatanganan Perjanjian Jual Beli Bersyarat (Conditional Sales Purchase Agreement - CSPA) dengan Saudi Telecom Company (STC) dan Teleglobal Investment B.V. (Teleglobal), yang merupakan anak perusahaan STC, di Jakarta, 26 September 2013.
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Fitch Ratings menilai, peringkat PT XL Axiata (EXCL) yakni BBB/Stable akan terpengaruh oleh akuisisi yang dilakukannya atas PT Axis Telecom (Axis) yang didanai dari utang. Fitch berpendapat, jika akuisisi selesai, pangsa pasar serta pendapatan perusahaan bisa naik 22 persen, dari saat ini 19 persen.

Selain itu, XL juga bisa meningkatkan daya saingnya berkompetisi dengan kompetitor, PT Indosat Tbk. Selain itu, XL juga bakal mendapatkan tambahan akses ke 15 Mhz dalam spektrum 1800 MHz, dan tambahan 10MHz dalam spektrum 2100 MHz.

XL juga mendapat 14 juta pelanggan baru, yang berpotensi bisa menyumbang pendapatan tahunan 260 juta dollar AS. Juga akan ada arus modal dan operasional yang lebih hemat sekitar 800 juta dollar AS, dan XL juga mendapatkan 1.600 menara telekomunikasi.

“Akuisisi ini akan mengisi kesenjangan spektrum XL, yang terendah antara tiga operator. Akuisisi saham Axis menempatkan total aset spektrum XL setara dengan Indosat, yakni 55Mhz dan hanya beda tipis dengan pemimpin pasar PT Telekomunikasi Indonesia Tbk di 60MHz,” jelas pernyataan Fitch hari ini, Jumat (27/9/2013).

Tak hanya itu, XL bisa mendapatkan akses ke spektrum 1800MHz, yang merupakan spektrum yang paling cocok untuk segmen layanan data. Menurut XL, utang/EBITDA naik kurang dari 2x (akhir - Juni 2013 : 1,9 x), dan pasca transaksi, perusahaan akan memiliki profil deleveraging yang kuat.

XL mendanai sebagian akuisisi melalui pinjaman pemegang saham, dan juga dari induk, Axiata Group Berhad (Axiata). Fitch percaya, bahwa EBITDA tahunan XL sekitar US$ 850 juta – US$ 900 juta. Menurut Fitch, peringkat BBB berkaitan erat dengan peran Axiata sebagai induk yang memiliki komitmen atas akuisisi yang dilakukan XL tersebut.

Fitch berpendapat, nantinya industri telekomunikasi di Indonesia akan melakukan konsolidasi lagi.  Diproyeksikan, dalam jangka menengah, jumlah operator telekomunikasi turun menjadi empat atau lima, dari 10 operator yang beroperasi sekarang.

Saat ini, ada enam operator yang memiliki kerugian EBITDA dan berusaha meraih pangsa pasar agar bisa memperkuat bisnisnya. Sementara itu, operator CDMA dianggap perlu melakukan konsolidasi agar bisa mengimbangi perbedaan tarif layanan dengan operator GSM. ( Asnil Bambani Amri)



Sumber Kontan
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X