Kementan Janjikan Pelonggaran Aturan Impor Sapi Kelar Pekan Depan

Kompas.com - 29/09/2013, 12:44 WIB
Sapi gemuk dikumpulkan di wilayah utara Australia dan dijual ke Indonesia ABCSapi gemuk dikumpulkan di wilayah utara Australia dan dijual ke Indonesia
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah segera akan merealisasikan relaksasi aturan importasi sapi bakalan ke Indonesia. Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan menegaskan revisi Permentan No.85 tahun 2013, yang mengatur tentang impotasi bakal keluar pekan depan.

“Senin itu sudah ditandatangani Permentan barunya, yang akan merelaksasi importasi,” kata dia ditemui di lapangan Monas, Jakarta, Minggu (29/9/2013).

Usai mengisi talkshow dalam rangka bulan promosi hortikultura, September “Horti” Ceria 2013, Rusman menjelaskan, dengan pelonggaran tersebut, sapi bakalan dari negara atau daerah asal yang pernah memasok Indonesia sebelumnya, tidak perlu dilakukan pengecekan.

“Sapi dari negara asal dan daerah asal, kalau sudah pernah melakukan itu (mengirim ke Indonesia) tidak perlu dicek lagi,” kata dia.

Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi, Jumat (27/9/2013), menjelaskan, sebanyak 46.000 ekor sapi bakalan dari luar negeri yang akan digemukkan di feedlotter di Indonesia tertahan oleh revisi pelonggaran importasi dalam Permentan No. 85 tahun 2013.

Akibatnya, sampai saat ini Kementerian Perdagangan belum bisa mengeluarkan Surat Persetujuan Impor (SPI) bagi para importir sapi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X