Kompas.com - 03/10/2013, 07:25 WIB
EditorErlangga Djumena

Tetap hadir

Dari Washington dilaporkan, Presiden AS Barack Obama akan tetap menghadiri KTT Ke-21 Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Bali, 7-8 Oktober 2013, dan KTT Asia Timur (EAS) di Brunei setelah itu. Namun, Obama memutuskan membatalkan rencana kunjungan ke Malaysia dan Filipina terkait dengan krisis di AS.

Para pejabat senior Pemerintah AS menekankan, penting bagi Presiden Obama untuk tetap berangkat ke pertemuan puncak APEC. ”Kita berharap, ini masih hari Selasa, dan penghentian sebagian aktivitas Pemerintah AS segera diakhiri. Perjalanan ke Asia merupakan hal penting bagi AS sendiri,” kata Juru Bicara Gedung Putih Jay Carney di Washington, Selasa.

Saat menghadapi masalah serupa, Presiden AS Bill Clinton pernah membatalkan kunjungan ke KTT APEC di Osaka, Jepang, pada tahun 1995.

Harian The New York Times memberitakan, rencana kunjungan Obama ke Malaysia dan Filipina dibatalkan. Sebagai pengganti, Menteri Luar Negeri AS John Kerry akan memimpin delegasi AS ke kedua negara itu.

Kronologi penghentian

Kisruh anggaran AS, yang berakhir dengan penutupan sebagian aktivitas Pemerintah AS untuk pertama kali dalam 17 tahun terakhir, dimulai dari surat Menteri Keuangan AS Jack Lew pada awal tahun ini ke Ketua DPR AS John Boehner. Dalam surat itu, Lew mengatakan, Pemerintah AS butuh utang baru untuk melanjutkan program anggaran pemerintah.

Untuk menaikkan pagu utang AS, pemerintah harus mendapat persetujuan Kongres, yakni DPR AS dan Senat AS. Persetujuan Kongres itu selanjutnya dieksekusi Pemerintah AS lewat penerbitan surat utang.

Persoalan menjadi pelik karena dua komponen Kongres tersebut dikuasai partai berbeda. DPR AS dikuasai Partai Republik yang tidak suka dengan program-program Obama, sementara Senat dikuasai Partai Demokrat yang pro-Obama.

Salah satu program Obama yang tidak disukai republiken adalah program Obamacare, sebutan bagi UU Pelayanan Kesehatan Terjangkau (Affordable Care Act), yang bertujuan membuat jutaan warga AS bisa menjangkau layanan kesehatan.

Sebagai salah satu pemilik hak budgeter, DPR AS bersikeras hanya akan mengizinkan kenaikan pagu utang AS jika Obamacare ditunda sedikitnya selama setahun. Sebaliknya, Senat tak setuju dengan syarat tersebut. Hingga Senin, kesepakatan tak kunjung tercapai, yang memicu penutupan sementara layanan Pemerintah AS mulai hari Selasa.

Di Jakarta, Kedutaan Besar AS menyatakan akan tetap beroperasi seperti biasa meski sebagian operasi kantor-kantor pemerintah di AS dihentikan terkait dengan penutupan sementara itu.

Dalam pernyataan yang dipasang di laman resminya, Kedubes AS menyebutkan, layanan konsuler, seperti pengeluaran visa dan paspor, serta layanan penting bagi warga AS di luar negeri tetap beroperasi 100 persen. Hal itu dimungkinkan karena beragam layanan konsuler itu menarik biaya tersendiri dari orang-orang yang membutuhkan. (MAS/EKI/DHF/AP/AFP/REUTERS/MON/LOK)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.