Mobil Murah Meluncur, Shell Patok Penjualan Naik di Atas 20 Persen

Kompas.com - 08/10/2013, 14:51 WIB
Pekerja melayani pelanggan di SPBU Shell Slipi, Jakarta. KONTAN/MURADIPekerja melayani pelanggan di SPBU Shell Slipi, Jakarta.
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Dengan kemunculan mobil low cost green car (LCGC/mobil murah), hampir semua produsen SPBU harus menambah pasokan untuk bahan bakar minyak (BBM) non subsidi. Pasalnya, mobil murah yang ada saat ini hanya bisa mengkonsumsi BBM dengan RON 92.

PT Shell Indonesia pada awalnya menargetkan pertumbuhan  penjualan BBM 20 persen tahun depan. Dengan kehadiran mobil murah, Shell menargetkan di atas 20 persen.

"Target kita di atas 20 persen, tanpa LCGC kita belum tahu impactnya," ujar Retail Marketing Manager Shell Indonesia Julio Manuputy di Hotel Dharmawangsa, Selasa (8/10/2013).

Julio pun yakin bahwa mobil murah sangat mempengaruhi daya beli masyarakat membeli produk Shell. Mengingat mobil murah hanya menggunakan BBM dengan RON 92.

"Mempengaruhi bensin sendiri, untuk LCGC harus juga pakai Ron 92, ada dampak langsung pada penjualan kita," ungkap Julio.

Shell pun mendukung kebijakan pemerintah dengan kehadiran mobil murah tersebut. Untuk saat ini Shell sedang mempersiapkan infrastrukturnya membangun SPBU untuk menampung pelanggan baru dari pengguna mobil murah.

"Kita baru tahu akan ada kebijakan mobil LCGC seperti ini," papar Julio. (Adiatmaputra Fajar Pratama )



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X