PGN Batalkan Pembangunan Infrastruktur Gas di Semarang

Kompas.com - 08/10/2013, 21:26 WIB
Jaringan pipa gas. Perusahaan Gas Negara (PGN)Jaringan pipa gas.
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk, menyatakan telah membatalkan proyek pengembangan infrastruktur gas bumi di Semarang. Pasalnya, proyek di Semarang itu menggunakan konsep pemisahan bisnis transportasi dan niaga (unbundling).

Kepala Komunikasi PGN Ridha Ababil menjelaskan, pengembangan infrastruktur menggunakan skema unbundling nantinya mempunyai beberapa risiko. Salah satu risiko unbundling adalah pembatasan-pembatasan perusahaan untuk melakukan investasi baru.

"Pembangunan berbagai infrastruktur gas bumi akan sulit dilakukan dengan skema unbundling," ujar Ridha, Selasa (8/10/2013).

Ridha mencontohkan, pada tahun 2002, PGN diwajibkan untuk melakukan unbundling pada pipa transmisi Sumatera Tengah (Jalur Grissik-Duri dan Grissik-Singapura) dan melahirkan PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) tahun 2002.

"Akibat unbundling itu hingga kini TGI sulit untuk membangun infrastruktur baru," jelas Ridha.

Karenanya, Ridha mengatakan, untuk menjamin investasi yang penuh risiko seperti pembangunan infrastruktur pipa gas, perusahaan melakukan subsidi silang dengan kegiatan niaga.

Kalau skema bundling ini diubah menjadi unbundling, pembangunan infrastruktur akan terhenti.

"Karena tidak ada perusahaan transportasi yang mampu membangun infrastruktur tanpa dukungan kegiatan niaga. Dengan begitu, perusahaan menempatkan posisi strategisnya sebagai aggregator infrastruktur cost," kata Ridha. (Adiatmaputra Fajar)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X