BI: "Branchless Banking" Terkendala Sinyal Telekomunikasi Lemah

Kompas.com - 09/10/2013, 12:59 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Deputi Direktur Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Yura A Djalins menyatakan lemahnya sinyal telekomunikasi menjadi salah satu kendala dalam uji coba branchless banking.

"Kendala di UPLSP (unit perantara layanan sistem pembayaran) aalah sinyal telekomunikasi yang lemah," kata Yura Rabu (9/10/2013).

Selain lemahnya sinyal telekomunikasi, Yura mengatakan nasabah branchless banking tak bisa langsung membuka rekening. Dibutuhkan waktu sekitar 1-4 hari kerja karena perlu memperoleh persetujuan dari pihak bank.

Lemahnya kesadaran masyarakat terhadap branchless banking juga disebut Yura menjadi salah satu kendala.

Hal ini menurutnya akibat kurangnya sosialisasi dan kampanye mengenai layanan branchless banking. Perbankan, lanjut Yura, juga menemui kendala dalam mengimplementasikan layanan branchless banking. "Tidak mudah mencari UPLSP yang sesuai dan dapat memenuhi kriteria."

BI melaksanakan uji coba atau branchless banking selama periode Mei hingga Agustus 2013. Selama periode tersebut, lima bank peserta uji coba telah merekrut 128 UPLSP. Transaksi teratas adalah setoran tunai, pembayaran tagihan, dan transfer.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X