Tak Gubris DPR soal Gula Rafinasi, Pejabat Kemenperin "Disemprot"

Kompas.com - 10/10/2013, 12:23 WIB
Ilustrasi: Sejumlah karyawan Pabrik Gula (PG) Rendeng mengangkut gula ke atas truk di gudang gula PG Rendeng, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Senin (15/10/2012). KOMPAS/ALBERTUS HENDRIYO WIDIIlustrasi: Sejumlah karyawan Pabrik Gula (PG) Rendeng mengangkut gula ke atas truk di gudang gula PG Rendeng, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Senin (15/10/2012).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi IV DPR RI memberhentikan presentasi Panggah Susanto, Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian, lantaran tidak memberikan jawaban tertulis terkait gula rafinasi kepada anggota Dewan.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Herman Kharon dalam rapat dengar pendapat tersebut secara terang-terangan marah. Ia menilai Panggah tak serius menghadiri rapat dan menjawab persoalan rakyat di lapangan.

"Para pejabat negara ini tidak serius, saya sangat sedih. Sejauh mana keseriusan soal masalah gula. Kalau Pak Gamal (Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian) serius bangun on farm, tetapi Dirjen Agronya tidak serius bangun pabriknya, maka tidak akan terwujud yang namanya swasembada gula," kata Herman geram, di ruang rapat, di Jakarta, Kamis (10/10/2013).

Ia menyesalkan pejabat Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang tidak serius bekerja, sementara pada saat yang sama, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bekerja keras untuk memperbaiki ekonomi negara.

Rapat siang ini terutama membahas soal karut-marut merembesnya gula rafinasi ke pasar konsumen. Padahal sebelumnya, Ketua Komisi IV DPR RI Romahurmuzy telah meminta Panggah untuk memberikan bahan ke sekretariat komisi untuk diperbanyak, dan kemudian dibagikan kepada anggota Dewan.

Namun, setelah ditunggu dan diloncati dengan presentasi dari Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Bachrul Chairi, bahan yang diminta belum juga tersebar.

Herman bukan satu-satunya anggota Komisi IV DPR yang menyesalkan presentasi dari para pejabat eselon satu tersebut. Sebagai informasi, rapat tersebut juga dihadiri Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Srie Agustina, Bachrul Chairi, dan Gamal Nasir.

Lantaran aksi penyesalan sejumlah anggota Dewan, presentasi Panggah tertunda lebih dari 20 menit.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X