Revitalisasi Pabrik Gula Butuh Rp 7,9 Triliun

Kompas.com - 10/10/2013, 18:04 WIB
Sejumlah karyawan Pabrik Gula Rendeng, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mempersiapkan mesin penggiling tebu, Jumat (26/4/2013). Pada tahun ini, Pabrik Gula Rendeng menargetkan memproduksi gula kristal putih sebanyak 24.378,2 ton dengan rendemen 7,25 persen.

KOMPAS/ALBERTUS HENDRIYO WIDISejumlah karyawan Pabrik Gula Rendeng, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mempersiapkan mesin penggiling tebu, Jumat (26/4/2013). Pada tahun ini, Pabrik Gula Rendeng menargetkan memproduksi gula kristal putih sebanyak 24.378,2 ton dengan rendemen 7,25 persen.
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com – Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Panggah Susanto mengatakan, anggaran yang diperlukan untuk revitalisasi pabrik gula mencapai Rp 7,9 triliun. Hal ini untuk memaksimalkan kapasitas terpasang pabrik gula sehingga bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Sampai saat ini belum ada alokasinya sebesar itu,” kata Panggah ditemui usai Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR RI, di Jakarta, Kamis (10/10/2013).

Panggah menggambarkan kondisi pabrik gula saat ini tidak memenuhi syarat untuk mengasilkan gula industri. Salah satu kendalanya adalah teknologi. Saat ini sebanyak 62 pabrik gula yang beroperasi di Indonesia rata-rata sudah berumur puluhan tahun, bahkan ratusan tahun didirikan sejak jaman Belanda. Sebanyak 52 diantaranya dimiliki oleh perusahaan pelat merah, dan hanya 10 yang dimiliki swasta. Gula yang dihasilkan pabrik gula tersebut jauh di bawah kualitas refined sugar yang dihasilkan pabrik rafinasi.

Menurut Panggah, pabrik gula bisa menghasilkan refined sugar setara kualitas produksi pabrik rafinasi jika proses produksinya diubah dari yang sebelumnya berbasis sulfitasi menjadi carbonasi.

“Ini harus diangkat efisiensi dengan teknologi yang paling efisien, seperti yang dipakai pabrik gula rafinasi,” jelasnya.

Sebelumnya, dalam sidang, Ketua Komisi IV DPR RI, Romahurmuzy mengatakan, kebutuhan gula nasional sebanyak 5,7 juta ton (proyeksi 2014) sebenarnya bisa dipenuhi dari dalam negeri. Ia mengatakan jika idle capacity dari 62 pabrik gula dimaksimalkan, maka tidak diperlukan lagi importasi untuk memenuhi kebutuhan tersebut.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X