Kompas.com - 10/10/2013, 21:24 WIB
Ilustrasi; Para pekerja harus berpikir cerdas dan bekerja keras dalam membangun Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa sepanjang 12,5 kilometer. Tol yang dibangun di atas perairan ini diharapkan meringankan beban lalu lintas di Pulau Bali. Foto diambil September 2012 di paket 1 Tol Nusa Dua-Ngurah rai-Benoa, tepatnya tidak jauh dari Nusa Dua.

KOMPAS/HARYO DAMARDONOIlustrasi; Para pekerja harus berpikir cerdas dan bekerja keras dalam membangun Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa sepanjang 12,5 kilometer. Tol yang dibangun di atas perairan ini diharapkan meringankan beban lalu lintas di Pulau Bali. Foto diambil September 2012 di paket 1 Tol Nusa Dua-Ngurah rai-Benoa, tepatnya tidak jauh dari Nusa Dua.
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Rencana Menteri BUMN Dahlan Iskan untuk membangun jalan tol atas laut Jakarta-Surabaya sepanjang 800 km dinilai aneh. Bahkan kebijakan itu tumpang tindih terhadap kebijakan infrastruktur transportasi di Tanah Air.

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengatakan, pembangunan jalan tol atas laut itu akan tumpang tindih dengan tol pantai utara Jawa (Pantura) yang sampai saat ini juga masih merugi. "Jadi rencana pembangunan jalan tol atas laut Jakarta-Surabaya ini aneh, tidak menarik. Kondisi tol Pantura itu hanya untung saat musim Lebaran, yang cuma dua minggu itu," kata Djoko kepada Kompas.com di Jakarta, Kamis (10/10/2013).

Ia menambahkan, jalan tol yang menguntungkan tersebut hanya di wilayah Jakarta dan sekitarnya serta Surabaya dan sekitarnya. Jika ada operator yang untung pun, Djoko menilai hal tersebut hanyalah keuntungan semu. Keuntungan semu yang dimaksud ini adalah kebijakan pembangunan jalan tol atas laut tersebut tentunya hanya akan dipakai oleh kendaraan pribadi roda empat. Masalahnya, kendaraan pribadi ini masih memakai bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Masalahnya lagi, sesuai data riset Djoko, kendaraan pribadi roda empat merupakan kendaraan yang paling banyak menikmati subsidi BBM dari pemerintah. Inilah yang dinamakan keuntungan semu. "Memang pemerintah atau operator jalan tol dapat untung dari pembayaran masuk jalan tol. Tapi uang itu dipakai lagi untuk memberi subsidi mereka yang menggunakan jalan tol itu. Itu namanya keuntungan semu," katanya.

Sekadar catatan, kendaraan roda empat ini menguras 53 persen dari kebutuhan BBM untuk transportasi darat secara total sebesar Rp 93 triliun per tahun. Sementara itu, transportasi darat ini mengonsumsi 97 persen kebutuhan subsidi BBM total. "Sementara kebutuhan BBM itu terus diimpor setiap tahun mencapai 450.000 barrel atau setara Rp 1,7 triliun per hari," tambahnya.

Kondisi ini tentu saja akan merugikan anggaran negara. Di satu sisi, pemerintah berusaha menghemat konsumsi BBM bersubsidi. Namun dengan cara ini, konsumsi BBM akan "digeber" terus dan bisa saja kuota BBM akan jebol lagi.

Di sisi lain, kebijakan pembangunan jalan tol ini akan berlawanan dengan rencana pembangunan rel ganda Jakarta-Surabaya. Padahal hal ini akan mengalihkan penumpang dari jalan raya ke jalur rel. "Seharusnya lebih tepat dan visioner bangun kereta cepat Jakarta-Surabaya. Ini sudah ada studi kelayakan dari JICA tahun 2008 dan sudah ada investor yang mau mengerjakan," ujaranya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pembangunan jalur rel kereta cepat ini juga akan memindahkan penumpang pesawat terbang dan dapat mengurangi sejumlah penerbangan di Jakarta-Semarang, Semarang-Surabaya, dan Jakarta-Surabaya.

"Pengalaman di Eropa Barat, ketika kereta cepat dioperasionalkan, maka Paris-Belgia bisa melaju 330 km per jam yang dapat ditempuh kurang dari tiga jam. Dalam kurun waktu tiga bulan, perusahaan penerbangan malah gulung tikar di rute tersebut," ucap Djoko.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Tengah Pandemi, Kinerja BPR dan BPRS Tetap Moncer

Di Tengah Pandemi, Kinerja BPR dan BPRS Tetap Moncer

Whats New
Jumlah BPR Terus Menyusut, Ini Penyebabnya

Jumlah BPR Terus Menyusut, Ini Penyebabnya

Whats New
Cabai Naik, Simak Daftar Harga Sembako Hari Ini di Jakarta

Cabai Naik, Simak Daftar Harga Sembako Hari Ini di Jakarta

Spend Smart
Targetkan Nol Emisi pada 2060, Menko Airlangga: Kuncinya Maksimalkan Teknologi Hijau

Targetkan Nol Emisi pada 2060, Menko Airlangga: Kuncinya Maksimalkan Teknologi Hijau

Whats New
Rincian Harga Emas Antam Hari Ini Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Antam Hari Ini Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Whats New
Ekonomi Digital Tiap Daerah Tidak Merata, Ini Sebabnya

Ekonomi Digital Tiap Daerah Tidak Merata, Ini Sebabnya

Whats New
Simak Kurs Rupiah terhadap Dollar AS di BCA, BRI, BNI, Mandiri, dan CIMB Niaga

Simak Kurs Rupiah terhadap Dollar AS di BCA, BRI, BNI, Mandiri, dan CIMB Niaga

Whats New
Kekhawatiran Omicron Mereda, IHSG dan Rupiah Awal Sesi Kompak Menguat

Kekhawatiran Omicron Mereda, IHSG dan Rupiah Awal Sesi Kompak Menguat

Whats New
KSPI: Aksi Mogok Nasional 6-8 Desember 2021 Tetap Dilakukan

KSPI: Aksi Mogok Nasional 6-8 Desember 2021 Tetap Dilakukan

Whats New
Besok Diblokir, Segera Tukarkan Kartu ATM Magnetik BCA Anda!

Besok Diblokir, Segera Tukarkan Kartu ATM Magnetik BCA Anda!

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Dari Rugi, Laba Bersih INOV Meroket 253,6 Persen pada Kuartal III-2021

Dari Rugi, Laba Bersih INOV Meroket 253,6 Persen pada Kuartal III-2021

Whats New
Minta Masyarakat Tak Panik Hadapi Omicron, Luhut: Kita Hanya Perlu Waspada...

Minta Masyarakat Tak Panik Hadapi Omicron, Luhut: Kita Hanya Perlu Waspada...

Whats New
Kekhawatiran akan Omicron Reda, IHSG Lanjutkan Kenaikan? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Kekhawatiran akan Omicron Reda, IHSG Lanjutkan Kenaikan? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Dari Tantangan hingga Solusi, Begini Cara Adaptasi Industri Manufaktur di Era New Normal

Dari Tantangan hingga Solusi, Begini Cara Adaptasi Industri Manufaktur di Era New Normal

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.