Reklamasi Pantai Ancam Akses 6.600 Nelayan

Kompas.com - 14/10/2013, 17:24 WIB
Ilustrasi nelayan KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWANIlustrasi nelayan
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Aksesibilitas nelayan semakin terancam dengan proyek pemerintah berorientasi daratan, yang berupa kegiatan reklamasi pantai.

Sekjen Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA), Abdul Halim mengatakan, reklamasi pantai seluas 50.344 hektar di 10 wilayah yang tersebar di Indonesia, mengancam setidaknya 6.600 nelayan tangkap.

"Reklamasi ini menyulitkan akses dan kontrol nelayan tangkap terhadap wilayah pesisir, dari 0-12 mil. Padahal reklamasi yang terjadi, hampir seluruhnya terjadi di wilayah itu," kata Halim, di Jakarta, Senin (14/10/2013).

Di samping reklamasi, program konservasi laut yang dicanangkan seluas 25 juta hektar pada 2020 pun mengancam aksesibilitas nelayan tangkap. Sampai 2012, realisasi wilayah konservasi laut mencapai 15,7 hektar.

"Yang dulunya jadi wilayah tangkap, karena dalih perubahan iklim maka ditetapkan sebagai wilayah konservasi laut. Tapi itu benar enggak? Karena dari pantauan kami, wilayah itu masih baik, ada ikan hias, dan rumput laut," jelasnya.

Terakhir, Halim menilai aktivitas pertambangan seperti pertambangan pasir besi dan pertambangan pasir laut juga memberikan kontribusi negatif terhadap perikanan tangkap para nelayan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X