Kompas.com - 14/10/2013, 19:04 WIB
Blackberry catatkan kerugian dalam tiga bulan terakhir. Blackberry catatkan kerugian dalam tiga bulan terakhir.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com
— Menjalankan bisnis tentu saja ada pasang dan surutnya, tidak terkecuali pada perusahaan ponsel sekelas BlackBerry dan Nokia.

Pada tahun 2007 lalu, BlackBerry yang semula bernama Research in Motion (RIM) memperkenalkan layanan surat elektronik (e-mail) di ponsel ke seluruh dunia. Layanan tersebut diklaim mampu menekan pemakaian paket data internet (bandwidth) secara lebih efisien.

Penjualan ponsel ini laris manis bak kacang goreng, tidak terkecuali di Indonesia. Bahkan peluncuran salah satu seri produknya juga dilakukan di Jakarta. Padahal, produk tersebut juga dipasarkan ke seluruh dunia.

Otomatis, Indonesia juga terangkat namanya akibat penjualan salah satu produk BlackBerry tersebut.

Begitu juga dengan Nokia. Produsen ponsel asal Finlandia ini sukses memasarkan ponsel dengan harga relatif terjangkau dan memiliki produksi baterai yang sangat kecil, tetapi dengan daya tahan lebih lama.

Pada tahun 2007 tersebut, Nokia juga menggelontorkan investasi sebesar 10.000 dollar AS. Dan, pada akhir tahunnya, investasi tersebut langsung membuahkan hasil menjadi 22.700 dollar AS. Lantas, kedua produsen ponsel ini selalu muncul dalam daftar perusahaan paling inovatif.

Awal kehancuran BlackBerry dan Nokia

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada November 2007 dulu, majalah Fortune sempat menampilkan berita utama di halaman sampulnya berjudul "Siapa Pun Bisa Menghentikan Nokia?". Dan, jawabannya ternyata bisa dan ada juga perusahaan yang mampu menyaingi dua perusahaan tersebut.

Awalnya, kapitalisasi pasar Nokia pernah lebih dari 110 miliar euro atau sekitar 149,4 miliar dollar AS. Namun, pada September 2013 ini, Nokia menjual bisnis perangkat mobile untuk Microsoft hanya senilai 7 miliar dollar AS.

Meski tidak setinggi Nokia, kapitalisasi pasar BlackBerry pernah mencapai 83 miliar dollar AS. Namun, bulan lalu, perusahaan ini dikabarkan menjual aset perusahaannya ke sebuah perusahaan investasi dengan nilai hanya 5 miliar dollar AS.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.