Kompas.com - 14/10/2013, 19:04 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

Kalah bersaing, kedua perusahaan produsen ponsel ini memang tidak pernah lepas dari gangguan dari produsen ponsel yang lainnya. Sebutlah seperti Apple yang menelurkan ponsel iPhone dan Samsung yang terus menggempur pasar melalui ponsel seri Galaxy.

Dari studi yang dilakukan Apple, ternyata konsumen menginginkan ponsel tidak hanya digunakan untuk sarana bertelepon. Namun, ponsel tersebut harus dirancang dengan baik dan diintegrasikan dengan perangkat mobile internet.

Di sisi lain, organisasi perusahaan juga harus lebih mumpuni menemukan strategi bisnis perusahaan ke depan. Intinya, bagaimana harus sesuai dengan keinginan konsumen, tetapi tetap menguntungkan bagi perusahaan.

Dalam kacamata ini, baik BlackBerry maupun Nokia ternyata tidak melakukan strategi tersebut. Nokia kalah strategi karena lebih memilih menggunakan sistem operasi Windows Phone. Padahal, masyarakat belum menghendaki sistem operasi tersebut dan sistem ini tidak diterima dengan laris manis di pasar.

Sedangkan BlackBerry dinilai tidak memiliki ragam produk yang memiliki keunggulan layanan, selain hanya BlackBerry Messenger (BBM) semata. Bahkan sistem operasi BlackBerry 10 juga tidak mampu menolong penjualan bisnis ponsel BlackBerry di seluruh dunia.

Dari peristiwa tersebut, kita belajar bahwa pemimpin perusahaan harus membayar harga yang berat akibat kegagalan memimpin perusahaan. Apalagi ketidakmampuannya bersaing dengan perusahaan lain.

Pada masa depan, bukan tidak mungkin giliran Apple dan Samsung yang diterpa masalah seperti BlackBerry dan Nokia. Apalagi vendor seperti Sony, Huawei, Lenovo, Asus, dan vendor lain juga terus merangsek ke pasar dunia.

Menariknya lagi, BlackBerry merupakan produsen dari Kanada dan Nokia berasal dari Finlandia. Dua negara ini merupakan bagian dari negara dengan kawasan perekonomian yang sedang terpuruk, yaitu Amerika Serikat dan Eropa. Sementara vendor lain, seperti Samsung (Korea Selatan), Sony (Jepang), Huawei dan Lenovo (China), mayoritas dari negara Asia. Mungkinkah perekonomian nanti juga akan bergeser ke Asia? Kita tunggu saja.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.