Lahan Pertanian Tergerus Pembangunan Infrastruktur

Kompas.com - 14/10/2013, 20:41 WIB
Ilustrasi KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOIlustrasi
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan infrastruktur penting dilakukan untuk menunjang perekonomian. Sayangnya, dampak langsung (direct effect) dari pembangunan seperti hilangnya sawah produktif sebagai lumbung pangan tak dapat dihindarkan.

Koordinator Pokja Beras Aliansi untuk Desa Sejahtera (ADS), Said Abdullah menyebutkan setidaknya ada 30 hektar sawah di Karawang, Jawa Barat yang hilang ditelan proyek pelabuhan Cilamaya dan pembangunan jalan tol lintas Jawa, dari Jakarta yang melewati Cikampek.

"Pelabuhan dan jalan trans Jawa dari Jakarta-Cikampek menghabiskan 30 hektar sawah," ungkap Said, dalam sebuah diskusi di Jakarta, Senin (14/10/2013).

Menurutnya, hilangnya 30 hektar sawah di Karawang, mengurangi produktivitas petani. Katanya lagi, potensi lahan tersebut sebetulnya tak hanya untuk padi, namun juga tanaman pangan lainnya. "Infrastruktur pelabuhan dan jalan menyebabkan kurangnya produktivitas petani," kata Said.

Ia mengatakan, saat ini produksi pangan masyarakat sebagai salah satu hak atas pangan belum terpenuhi. Masyarakat produsen pangan tak hanya kesulitan secara finansial, dan penyediaan benih unggul serta pupuk. Mereka bahkan memiliki keterbatasan untuk mengembangkan areal tanam. "Lahan perluasan areal tanam enggak ada, justru ada konversi besar-besaran," ujarnya.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X