Kekurangan Ban Sebabkan Lion Air Delay Lebih dari 4 Jam

Kompas.com - 18/10/2013, 17:33 WIB
Lion Air Aditya Panji/Kompas.comLion Air
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Penerbangan Lion Air pada Kamis (17/10/2013) untuk beberapa rute penerbangan mengalami keterlambatan (delay) dari jadwal yang direncanakan. Bahkan keterlambatan penerbangan tersebut lebih dari 4 jam.

Direktur Umum Lion Air Edward Sirait mengatakan, rute penerbangan yang delay tersebut adalah Jakarta-Makassar, Jakarta-Padang, Jakarta-Batam dan Jakarta-Surabaya.

"Kami memohon maaf kepada penumpang atas keterlambatan dan ketidaknyamanan tersebut," kata Edward saat konferensi pers di Menara Lion Jakarta, Jumat (18/10/2013).

Edward menganggap bahwa keterlambatan tersebut sudah diperkirakan sebelumnya. Hal ini terkait untuk menjaga keselamatan penerbangan yang sudah menjadi tujuan perusahaan. Di sisi lain, Edward menjelaskan bahwa keterlambatan ini disebabkan karena kekurangan persediaan ban pesawat yang akan digunakan.

Lion Air memutuskan untuk tidak mengoperasikan pesawat yang seharusnya ganti ban atau bahkan menunda penerbangan pesawat sampai pergantian ban dapat dilakukan.

"Kekurangan persediaan ban pesawat ini terjadi karena adanya proses administrasi dan dokumentasi tambahan yang harus dilengkapi dan dipenuhi khususnya importasi ban pesawat yang diproses melalui rekondisi (retreat) dan kejadian tersebut juga bertepatan dengan adanya libur panjang (Idul Adha)," tambahnya.

Edward menambahkan, saat ini ban pesawat yang diimpor dari Hongkong dan Bangkok masih dalam proses penyelesaian administrasi dan dokumentasi di Pelabuhan Tanjung Priok sebanyak empat kontainer atau kurang lebih 800 unit ban.

Untuk mengatasi dan memenuhi ketersediaan dan kebutuhan ban pesawat dan demi operasional penerbangan, pihaknya sudah mengimpor ban baru dalam jumlah yang banyak dengan menggunakan kargo udara.

Langkah ini pun juga sudah mendapat izin dari Direktur Jenderal Perhubungan Udara untuk diberikan izin mengimpir ban pesawat hasil proses rekondisi.

"Kami sangat memahami kekecewaan yang dirasakan dan dialami penumpang khususnya di tujuan Padang-Jakarta," tambahnya.

Sesuai dengan aturan Peraturan Menteri Perhubungan 77 tentang kewajiban maskapai dalam membayar denda atas keterlambatan, maka Lion Air memilih untuk mentransfer ke rekening masing-masing penumpang.

Hingga hari ini, operasional penerbangan Lion Air berjalan normal dan pihaknya akan tetap memperbaiki ketepatan waktu dan pelayanan Lion Air.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Zoom Kucurkan 100 Juta Dollar ke Aplikasi yang yang Gunakan Teknologinya

Zoom Kucurkan 100 Juta Dollar ke Aplikasi yang yang Gunakan Teknologinya

Whats New
PTPN III Rampungkan Proses Restrukturisasi Senilai Rp 41 Triliun

PTPN III Rampungkan Proses Restrukturisasi Senilai Rp 41 Triliun

Rilis
Bank Hana Fasilitasi Green Loan Chandra Asri Sebesar Rp 188,5 Miliar

Bank Hana Fasilitasi Green Loan Chandra Asri Sebesar Rp 188,5 Miliar

Whats New
AP I Catat Jumlah Penumpang Pesawat Capai 6,12 Juta di Kuartal I-2021

AP I Catat Jumlah Penumpang Pesawat Capai 6,12 Juta di Kuartal I-2021

Whats New
Adaro Energy Jajaki Lini Bisnis ke Sektor Energi Hijau

Adaro Energy Jajaki Lini Bisnis ke Sektor Energi Hijau

Whats New
Ingin Jadi Agen Frozen Food Fiesta? Simak Cara Daftar dan Persyaratannya

Ingin Jadi Agen Frozen Food Fiesta? Simak Cara Daftar dan Persyaratannya

Smartpreneur
Siap-siap, Transaksi Mata Uang Kripto Bakal Kena Pajak

Siap-siap, Transaksi Mata Uang Kripto Bakal Kena Pajak

Whats New
Cerita Boy Thohir, Bos Adaro yang Pernah Masuk ICU 11 Hari karena Covid-19

Cerita Boy Thohir, Bos Adaro yang Pernah Masuk ICU 11 Hari karena Covid-19

Whats New
Mengenal Zakat Mal: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya

Mengenal Zakat Mal: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya

Whats New
Neraca Perdagangan Surplus Karena UMKM Ekspor Terus Tumbuh

Neraca Perdagangan Surplus Karena UMKM Ekspor Terus Tumbuh

Whats New
OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

Whats New
Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

Whats New
Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

Whats New
Gojek-Tokopedia Merger, Bos Gojek Andre Soelistyo Disebut Jadi Pemimpinnya

Gojek-Tokopedia Merger, Bos Gojek Andre Soelistyo Disebut Jadi Pemimpinnya

Whats New
[TREN EDUKASI KOMPASIANA] 'Reading Habit' pada Siswa | Pendidikan Perempuan dan Kesuksesannya | Mengatasi Ujian Bahasa Indonesia yang Sulit

[TREN EDUKASI KOMPASIANA] "Reading Habit" pada Siswa | Pendidikan Perempuan dan Kesuksesannya | Mengatasi Ujian Bahasa Indonesia yang Sulit

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X