Kompas.com - 21/10/2013, 19:20 WIB
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Regulator penerbangan RI mulai melakukan evaluasi terhadap kapasitas penerbangan Lion Air. Evaluasi ini dilakukan agar hambatan-hambatan dalam operasi penerbangan maskapai terbesar di Indonesia tersebut bisa dikurangi.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan mengatakan, evaluasi akan dilakukan oleh Direktorat Angkutan Udara (Ditangud) dan Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU) Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

"Hari ini Dirjen Perhubungan Udara (Herry Bakti S Gumay) dan pihak Lion Air telah melaksanakan pertemuan awal untuk melakukan evaluasi kapasitas yang tersedia, dikaitkan dengan jumlah rute yang dilayani sehingga akan diketahui kapasitas yang dimiliki," ujar Bambang, Senin (21/10/2013).

Seperti diketahui, dalam beberapa waktu lalu operasi penerbangan Lion Air banyak mengalami delay (keterlambatan) sehingga banyak merugikan penumpang. Pihak Lion beralasan, banyaknya masalah tersebut disebabkan oleh terlambatnya kedatangan 800 ban pesawat sehingga rotasi pesawat terkendala.

"Evaluasi ini diperkirakan akan selesai dalam dua minggu ke depan," ujar Bambang. (Hendra Gunawan)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.