Avtur Merpati Distop Pertamina, Dahlan Pasrah

Kompas.com - 23/10/2013, 13:20 WIB
Pesawat Boeing 737 Merpati di Merauke, Papua. BARRY KUSUMAPesawat Boeing 737 Merpati di Merauke, Papua.
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengaku pasrah apabila PT Pertamina melakukan penghentian pasokan avtur ke PT Merpati Nusantara Airline. Sebab hal ini sudah menjadi wewenang dari perusahaan.

"Soal itu, saya tidak berkomentar. Itu urusan perusahaan," kata Dahlan saat ditemui usah raker Inalum di Komisi VI DPR Jakarta, Selasa (22/10/2013) malam.

Hingga saat ini tidak akan ada campur tangan dari Dahlan terkait hal tersebut. Dahlan akan menyerahkan urusan korporasi tersebut ke masing-masing perusahaan yang terlibat. "Itu urusan dua perusahaan, saya tidak mau. Itu urusan direksi, terserah dua perusahaan. Mereka sudah pintar-pintar. Tidak ada komentar," tambahnya.

Meski tidak akan ada campur tangan dari pemerintah, Dahlan mengharapkan ada solusi terkait masalah yang menghinggapi salah satu maskapai pelat merah tersebut. Namun Dahlan masih enggan menjelaskan mekanisme penyelesaiannya.

"Itu sudah kesepakatan awal bahwa urusan masing-masing korporasi. Masing-masing harus menyelesaikan. Direksi Pertamina harus bela Pertamina dan direksi Merpati harus bela Merpati," katanya.

Saat disebut dirinya lepas tangan dalam urusan Merpati, Dahlan juga berkomentar ringan. "Terserah Anda. Yang jelas tidak lepas kaki," katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X