Kopi Priangan Tembus Amerika Serikat

Kompas.com - 26/10/2013, 19:52 WIB
Kopi SHUTTERSTOCKKopi
EditorErlangga Djumena


GARUT, KOMPAS.com
- Tahun ini distributor kopi Koperasi Classic Bean menyalurkan 1.300 ton kopi asal Kabupaten Garut dan Kabupaten Bandung. Sekitar 70 persen kopi arabika dan robusta yang dipetik dan diolah para petani di Priangan ini diekspor ke Amerika Serikat.

Sekretaris Koperasi Classic Bean, Hamzah Robert mengatakan, dari total 1.300 ton kopi yang didistribusikan, 1.200 ton di antaranya jenis arabika dalam bentuk ceri. Sedangkan 100 ton kopi lainnya adalah jenis robusta dalam bentuk beras atau biji kopi tanpa kulit.

"Pengolahannya dilakukan oleh para petani secara natural. Ribuan ton kopi ini dipanen sejak April sampai Agustus 2013," kata Hamzah di Gudang Robusta Classic Bean di Kampung Lekor, Desa Lembang, Kecamatan Leles, Sabtu (26/10).

Di Garut, tuturnya, kopi-kopi ini dihasilkan dari kaki Gunung Guntur, Papandayan, Arjuna, dan Halimun. Hampir seluruh kecamatan di kaki gunung-gunung tersebut menghasilkan kopi berkualitas tinggi. Koperasi Classic Bean, katanya, mendistribusikan sekitar 45 persen kopi yang dihasilkan dari Kabupaten Garut.

Kopi arabika dalam bentuk ceri, atau kulitnya masih menempel pada biji kopi, dijual seharga Rp 4.500 sampai Rp 4.750 per kilogram. Sedangkan, kopi robusta dalam bentuk beras dijual seharga Rp 17 ribu sampai Rp 18 ribu per kilogram.

"Dari Garut dan Bandung, kopi dijual ke sejumlah pengusaha cafe di Amerika Serikat. Dari sana, sebagian lagi disalurkan ke Eropa dan Australia. Sisanya, dijual ke cafe-cafe di Bandung dan Jakarta. Selain menjaga hubungan baik, koperasi harus menjaga kualitas barangnya," kata Hamzah.

Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu akhir tahun ini, diperkirakan panen kopi selanjutnya dimulai Maret 2014. Pada masa panen raya itu, harga kopi diperkirakan tetap stabil, tidak jauh dari harga tahun ini.

Hamzah mengatakan, kualitas kopi preanger atau kopi asal kawasan Priangan sangat terkenal di mancanegara. Walaupun dalam segi kuantitas, tahun ini Vietnam menyusul Indonesia sebagai negara penghasil kopi, tetapi kualitas kopi Indonesia tetap tidak terkalahkan.

"Para pengusaha cafe asal Amerika dan Eropa tetap memilih kopi Indonesia. Kalau kopi Vietnam, rasanya tidak bisa menyaingi kopi Indonesia," kata Hamzah.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X