2014, Kuota BBM Bersubsidi Tidak Ditambah

Kompas.com - 27/10/2013, 18:56 WIB
Bajaj mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) 31.103.03 di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2013). KOMPAS / PRIYOMBODOBajaj mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) 31.103.03 di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2013).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk tidak menambah kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di tahun depan guna menghemat anggaran negara.

Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, pemerintah meminta kuota BBM bersubsidi di tahun depan hanya 48 juta kilo liter (KL), sama dengan target di tahun ini.

"Yang penting 2014 jangan lewat 48 juta KL, sudah begitu saja. Simple saja, kita tidak mau rumit, tidak perlu terlalu detail," kata Bambang di Jakarta, Minggu (27/10/2013).

Bambang pun menyerahkan semua kebijakan penentuan kuota BBM bersubsidi ke Kementerian ESDM. Pihaknya tidak akan mencampuri urusan kebijakan tersebut karena pemerintah hanya akan menyiapkan anggaran untuk subsidinya.

"Terserah kebijakannya, mau konversi boleh, distribusi boleh. Pokoknya ujungnya yang kita lihat," tambahnya.

Pemerintah pun meminta Kementerian ESDM juga bisa berkomitmen terhadap apa yang diputuskan bersama. Apalagi di tahun ini juga diperkirakan akan menghabiskan kuota 48 juta KL. Soal rencana penggunaan alat pengendalian BBM bersubsidi atau radio frequency identification (RFID) yang sampai saat ini belum kelar, pemerintah pun tidak mau tahu.

Yang penting adalah bagaimana Kementerian ESDM bisa berkomitmen menjaga kuota BBM bersubsidi seperti yang sudah ditetapkan. "Kita selalu bicara dengan mereka, kita selalu mengingatkan. Terserah kita mah, mau RFID boleh, cashless boleh atau dua-duanya. Kita terserah, yang penting tujuan tercapai, cara itu menurut saya tidak penting. Yang penting harus pilih cara yang bisa diberlakukan di lapangan," jelasnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyaluran Pinjaman Fintech Masih Tumbuh

Penyaluran Pinjaman Fintech Masih Tumbuh

Whats New
Ini Cerita Susi Pudjiastuti, soal Awal Mula Tahu Ada Pencuri Ikan

Ini Cerita Susi Pudjiastuti, soal Awal Mula Tahu Ada Pencuri Ikan

Whats New
Dorong IKM ke Pasar E-commerce, Apa yang Dilakukan Pemerintah?

Dorong IKM ke Pasar E-commerce, Apa yang Dilakukan Pemerintah?

Whats New
Lewat RUU Cipta Kerja, Pemerintah Bisa Tentukan Tarif Listrik Tanpa Persetujuan DPR

Lewat RUU Cipta Kerja, Pemerintah Bisa Tentukan Tarif Listrik Tanpa Persetujuan DPR

Whats New
Begini Cara Mitra Grab di Manado Bertahan pada Era Kenormalan Baru

Begini Cara Mitra Grab di Manado Bertahan pada Era Kenormalan Baru

Earn Smart
Kurang dari 50 Persen Startup yang Mampu Bertahan di Tengah Krisis Akibat Covid-19

Kurang dari 50 Persen Startup yang Mampu Bertahan di Tengah Krisis Akibat Covid-19

Whats New
Biodiesel, Upaya RI Lepas dari Belenggu Kampanye Negatif Soal Sawit

Biodiesel, Upaya RI Lepas dari Belenggu Kampanye Negatif Soal Sawit

Whats New
Susi Pernah Borong 30 Pesawat, Sandiaga Uno: Kayak Beli Kacang

Susi Pernah Borong 30 Pesawat, Sandiaga Uno: Kayak Beli Kacang

Whats New
Semester I-2020, Fintech Ini Catat Penyaluran Pinjaman Naik 15 Persen

Semester I-2020, Fintech Ini Catat Penyaluran Pinjaman Naik 15 Persen

Whats New
Pangsa Pasar Bank Asing Masih Kecil di RI, Begini Rinciannya

Pangsa Pasar Bank Asing Masih Kecil di RI, Begini Rinciannya

Whats New
Catat, Cara Mantap Dapatkan Penghasilan Tambahan dari Bisnis Makanan Rumahan

Catat, Cara Mantap Dapatkan Penghasilan Tambahan dari Bisnis Makanan Rumahan

BrandzView
Luncurkan #TerusUsaha di Manado, Grab Bantu UMKM Bertransformasi Digital

Luncurkan #TerusUsaha di Manado, Grab Bantu UMKM Bertransformasi Digital

Whats New
Alami Kecelakaan Kerja Selama WFH Tetap Ditanggung BPJamsostek

Alami Kecelakaan Kerja Selama WFH Tetap Ditanggung BPJamsostek

Whats New
Serius Jadi Pemain Terbesar di Platform Digital, Telkom Bangun Hyperscale Data Center

Serius Jadi Pemain Terbesar di Platform Digital, Telkom Bangun Hyperscale Data Center

Whats New
Pekerja Sektor Ketenagalistrikan Tolak RUU Cipta Kerja, ini Alasannya

Pekerja Sektor Ketenagalistrikan Tolak RUU Cipta Kerja, ini Alasannya

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X