Kemenkeu: Penghematan Tak Pakai "First Class" Tidak Signifikan

Kompas.com - 29/10/2013, 13:27 WIB
Ilustrasi kursi kelas utama (First Class) penerbangan komersial. DOK SINGAPORE AIRLINESIlustrasi kursi kelas utama (First Class) penerbangan komersial.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah mengklaim bisa melakukan penghematan anggaran perjalanan dinas, terutama setelah ada imbauan larangan para menteri dalam menggunakan layanan penerbangan kelas utama (first class).

Pelaksana Tugas Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan, dengan adanya penghematan tersebut, anggaran negara juga terselamatkan dan bisa dialokasikan ke pos yang lain.

"Jumlah penghematannya tidak begitu signifikan, tapi yang penting pesannya. Angkanya, ya hitung saja," kata Askolani saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (29/10/2013).

Askolani masih enggan menjelaskan besaran penghematan anggaran perjalanan dinas tersebut. Namun, dia mengatakan bahwa penghematan anggaran tersebut bisa dilihat dari seberapa banyak para menteri yang menggunakan layanan itu dan frekuensinya. "Tapi saya tidak tahu jumlahnya," elaknya.

Sebelumnya, Chatib memang pernah melarang para menteri untuk menggunakan layanan penerbangan first class dalam perjalanan dinasnya baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Untuk lebih mengikat ketentuan itu, pemerintah akan membuat aturan tentang perjalanan dinas tersebut.

"Jadi peraturan menteri keuangan (PMK)-nya sedang disiapkan. Menteri tidak lagi diperbolehkan naik first class, kecuali membayar sendiri (dana pribadi). Kalau yang lain tidak ada perubahan," kata Chatib saat sambutan konferensi pers APBN 2014 di kantornya, Jakarta, Senin (28/10/2013).

Ia menambahkan, memang DPR sudah menyetujui APBN 2014. Namun, dari sisi internal, pemerintah mengaku sedang mempersiapkan pemangkasan biaya perjalanan dinas di semua kementerian atau lembaga.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X