Kompas.com - 31/10/2013, 20:50 WIB
Ilustrasi tabung elpiji KOMPAS/HERU SRI KUMOROIlustrasi tabung elpiji
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perdagangan menyatakan banyak tabung elpiji yang digunakan di perbatasan tidak sesuai SNI, lantaran produsen tabung itu dari Malaysia.

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krishnamurti menjelaskan, pihaknya tidak bisa mengambil tindakan hukum atas masalah itu, karena tidak ada kepastian pasokan tabung gas elpiji dari dalam negeri.

"Masalah peredaran barang ada kekhususan terhadap daerah tertentu. Ketersediaan barang kebutuhan pokok, seperti tabung gas elpiji yang didatangkan dari Malaysia dan juga gula. Ini jelas melanggar ketentuan tapi kita harus memperhatikan kebutuhan pokok dan ketersediaannya," ujarnya, Kamis (31/10/2013).

Bayu menyatakan, pihaknya telah telah meminta PT Pertamina (Persero) untuk menambah pasokan tabung elpiji ke daerah perbatasan seperti Tarakan dan Bontang.

Selain itu, pemerintah juga tak bisa mengambil tindakan hukum atas peredaran gula dari Malaysia. "Makanya untuk gula perbatasan kita kasih solusi, kita keluarkan kebijakan importasi raw sugar untuk gula perbatasan," lanjut Bayu.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.