Inilah Alasan Asing Bisa Leluasa Masuk ke Industri Farmasi Nasional

Kompas.com - 06/11/2013, 16:55 WIB
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa. Kompas.com/SABRINA ASRILMenteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah akan membuka kesempatan yang lebih besar bagi investor asing untuk masuk ke sektor farmasi nasional lantaran pelaku usaha nasional di sektor tersebut dinilai belum begitu kuat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menyebutkan, dengan pertimbangan itu, pemerintah melonggarkan aturan untuk sektor farmasi sehingga investor asing berkesempatan mengendalikan lebih banyak saham di industri ini.

“Industri farmasi sebelumnya sudah terbuka, asing 75 persen dan nasional 25 persen. Tapi ternyata sulit berkembang karena nasional tidak kuat. Jadi dibuka 85 persen, tapi masih menjadi draf,” ungkap Hatta di kantornya, Jakarta, Rabu (6/11/2013).

Selain industri farmasi, sektor wisata alam berbasis kehutanan juga akan diperlonggar, dari yang tadinya 49 persen menjadi 70 persen. Ia menambahkan, sektor telekomunikasi yang terdiri dari sambungan tetap, multimedia, dan seluler juga dinaikkan menjadi 65 persen.

“Distribusi film yang tadinya 100 persen di dalam negeri, tapi nanti asing bisa masuk 49 persen,” imbuh Hatta.

Pemerintah juga berencana merelaksasi besaran investasi di sektor keuangan yang tadinya 80 persen menjadi 85 persen. Namun, Hatta menegaskan rencana pelonggaran sejumlah sektor dari DNI tersebut masih dalam tahap pembahasan.

“Jadi belum final, sektor-sektornya masih kita pertajam lagi,” pungkasnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X