Ribuan TKI Dideportasi dari Arab Saudi, Menakertrans Pasrah

Kompas.com - 06/11/2013, 18:11 WIB
Ilustrasi tenaga kerja Indonesia (TKI). KOMPAS/HERU SRI KUMOROIlustrasi tenaga kerja Indonesia (TKI).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar mengatakan, Pemerintah Indonesia akan mematuhi aturan Pemerintah Arab Saudi yang akan mendeportasi tenaga kerja Indonesia (TKI) yang habis masa tinggalnya di sana (overstay).

Meski demikian, ia menegaskan, Pemerintah Indonesia bakal memfasilitasi pemulangan TKI tersebut.

"Sekarang prosesnya ikut aturan Arab Saudi berupa deportasi. Tentu semua tanggung jawab Arab Saudi, kita hanya membantu," kata Muhaimin di kantor Menko, Jakarta, Rabu (6/11/2013).

Muhaimin mengaku, saat pendaftaran ulang untuk memperpanjang izin tinggal, banyak TKI yang tidak melakukan registrasi karena menunggu ibadah haji. Agar kejadian serupa tak terulang, politisi PKB ini mengimbau tenaga kerja Indonesia yang berada di Arab Saudi semaksimal mungkin menggunakan proses dan jalur yang legal.

"Kemudian, yang kedua, manfaatkan setiap momentum amnesti, jangan disia-siakan," imbuh Muhaimin.

Seperti diberitakan sebelumnya, ribuan tenaga kerja Indonesia ilegal yang izin tinggalnya telah habis kini mulai mulai menghuni rumah detensi imigrasi di Arab Saudi, menunggu untuk dipulangkan.

Konsul Pelayanan Warga di KJRI Jeddah, Sunarko, mengatakan kepada BBC Indonesia, Selasa (5/11/2013), bahwa sekitar 3.900 TKI sudah diangkut dari kolong jembatan layang ke rumah detensi pasca-berakhirnya masa amnesti.

Informasi terbaru dari Direktorat Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, selama masa amnesti, ada 101.067 orang WNI yang telah diberikan dokumen oleh KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah. Sebanyak 17.259 orang telah mengurus perbaikan status untuk bekerja di Arab Saudi. Sisanya telah mendapatkan exit permit untuk kembali ke Tanah Air.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X