Proyek Pipa Gas Gresem Seret, Pertagas Sebut PLN Tak Konsisten

Kompas.com - 08/11/2013, 15:48 WIB
Ilustrasi pipa migas ShutterstockIlustrasi pipa migas
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com
- Kelanjutan rencana pembangunan floating storage and regasification unit (FSRU) jalur Gresik-Semarang (GreSem) oleh PT Pertamina Gas (Pertagas) belum jelas. anak Anak perusahaan Pertamina ini menuding PT PLN tak konsisten, lantaran yang tadinya berencana membeli gas, beralih berencana menggunakan batubara sebagai sumber energi pembangkit listriknya.

"Tadinya GreSem itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan di PLTG Tambak Lorok, Semarang. Tapi teman kita itu (PT PLN) enggak konsisten," ungkap Corporate Secretary Pertagas Eko Agus, di kantor Pertamina, Jakarta, Jumat (8/11/2013).

Rencananya pipa gas FSRU GreSem sepanjang 271 kilometer itu dibangun dengan anggaran sebesar 516 juta dollar AS. Sedangkan kapasitas gas yang dialirkan sebanyak 500 mmscfd (million metric standard cubic feet per day).

Pertagas menyayangkan keputusan PLN untuk mengganti sumber energi pembangkit listriknya dengan batubara. Padahal, Pertagas berniat untuk berkontribusi pada konversi penggunaan bahan bakar minyak dengan gas baik oleh PLN maupun industri.  Seperti halnya proyek yang tengah dikembangkan di Bontang, Kalimantan Timur.

Di Bontang, menurut Direktur Utama Pertagas Hendra Jaya, pihaknya mengembangkan proyek liquid natural gass (LNG) yang bisa digunakan untuk truk-truk perusahaan pertambangan batubara. "Ini sebagai usaha konversi BBM dengan LNG," katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X