Penerbangan Perdana NAM Air Kembali Molor

Kompas.com - 08/11/2013, 19:50 WIB
Pesawat Sriwijaya Air tinggal landas meninggalkan Bandara Soekarno-Hatta, Banten TRIBUNNEWS/ DANY PERMANAPesawat Sriwijaya Air tinggal landas meninggalkan Bandara Soekarno-Hatta, Banten
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Sriwijaya Air menargetkan anak usahanya yaitu NAM Air bisa mengudara pada November tahun ini. Namun, target tersebut kembali mundur dari yang pernah ditetapkan yaitu pada 1 Oktober 2013.

Dalam keterangan tertulisnya, anak usaha Sriwijaya Air ini akan diproyeksikan menjadi maskapai pengumpan (feeder) Sriwijaya Air. Sehingga wilayah-wilayah yang paling dalam seperti kota dan kabupaten akan dapat dijangkau oleh Sriwijaya Air dan NAM Air.

Agus Soedjono, Senior manager Corporate Communication Sriwijaya Air, mengatakan jika tidak ada aral melintang, NAM akan melakukan penerbangan perdana pada November 2013  dengan menerbangi rute Jakarta-Pangkal Pinang-Jakarta.

“Saat ini proses pengurusan NAM Air sudah masuk fase akhir. Jika tidak ada kendala, November ini NAM Air akan melakukan penerbangan perdana ke Pangkal Pinang,” ujarnya, Jumat (8/11/2013).

Seperti diberitakan sebelumnya, saat ini Sriwijaya Air masih menunggu Air Operator Certificate (AOC) dari Kementerian Perhubungan. Nantinya, Sriwijaya Air bakal memegang AOC 121, yaitu sertifikat yang diberikan kepada maskapai yang mengoperasikan pesawat berkapasitas di atas 30 tempat duduk.

"Rata-rata AOC bakal keluar setelah kontrak pesawat selesai," kata Toto Nursatyo, Direktur Komersial Sriwijaya Air, Agustus lalu. Toto menuturkan, Nam Air diproyeksikan menjadi pengumpan (feeder) bagi maskapai Sriwijaya Air yang bakal menerbangi rute-rute seperti Labuan Bajo, Ende, Larantuka, dan Rote.

CSR

Sebagai bagian dari corporate social responsibility (CSR) untuk menyambut ulang tahun Sriwijaya Air yang ke-10, perseroan mengajak 200 anak-anak yatim piatu untuk bertamasya ke Taman Impian Jaya Ancol dan Kidzania Jakarta.

Agus mengatakan, sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan 10 tahun, Sriwijaya Air melanjutkan tradisinya mengajak tamasya bersama anak-anak yatim piatu dari seluruh Indonesia.

"Rangkaian kegiatan ini sendiri akan dilaksanakan selama empat hari, terhitung sejak 7 November-10 November 2013,” kata Agus.

Pada 10 November 2013, Sriwijaya Air genap berusia 10 tahun dalam kiprahnya di dunia jasa penerbangan. Atas dasar kepercayaan dan dukungan pelanggan setia, maka Sriwijaya Air telah menuntaskan misinya dalam melayani pelanggannya dari Sabang hingga Merauke. Karena itu pula, maka  perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Sriwijaya Air ke 10 ini dirayakan dengan mengusung tema "Merajut Pulau, Mendekatkan Jarak".

Pengambilan tema ini adalah tepat sebulan setelah pembukaan rute baru ke Timika dan Merauke, wilayah paling ujung timur di Indonesia. (Sanusi)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X