Pengusaha Dihantui Biaya "Siluman"

Kompas.com - 11/11/2013, 17:15 WIB
Ilustrasi layanan perpajakan KONTAN/ Achmad FauziIlustrasi layanan perpajakan
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Andhika Anindyaguna mengatakan pihaknya mendukung pajak UKM bila benar-benar telah final.

Jika penetapan pajak UKM sebesar 1 persen dari omzet telah final, maka menurut Andhika, pengusaha tidak lagi dibebani oleh pajak-pajak lainnya yang sifatnya "biaya ekonomi tinggi."

"Sebenarnya kalau itu final dan tidak ada ekonomi biaya tinggi atau biaya "siluman", sebenarnya kami tidak keberatan. Yang memberatkan pengusaha ini kan ada pajak resmi dan ada pajak tidak resmi," kata Andhika di Hotel Novotel Mangga Dua, Senin (11/11/2013).

Lebih lanjut, bila penetapan pajak telah final dan ada perbaikan dari sisi birokrasi, sebenarnya pengusaha UKM dapat menerima kebijakan penetapan pajak itu. Andhika berharap pengusaha tak lagi dibebankan pajak-pajak lain yang menguras biaya karena urusan dengan aparat atau sejenisnya.

Ia mengatakan, ada informasi tentang petugas pajak yang melakukan "permainan" dengan pengusaha terkait pajak. Hal ini diakuinya memberatkan, walaupun sebenarnya praktik itu dilakukan oleh oknum.

"Meskipun kecenderungannya sudah jauh lebih baik, tapi ke depan mudah-mudahan berhenti penerapan pajak (dengan permainan)," pungkasnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X