OJK Dorong Masyarakat Melek Produk Keuangan

Kompas.com - 13/11/2013, 21:24 WIB
Otoritas Jasa Keuangan KONTANOtoritas Jasa Keuangan
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong masyarakat untuk lebih paham mengenai industri keuangan dan produknya. Untk itu, regulator ini mencanangkan tiga pilar agar pulik lebih memahami produk dan layanan keuangan.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad menjelaskan, saat ini masyarakat Indonesia masih tertinggal dalam hal pemahaman mengenai produk keuangan. Dalam survei Bank Dunia 2011 diketahui, hanya 20 persen orang dewasa di Indonesia yang memiliki rekening di lembaga keuangan resmi.

Angka tersebut berada di bawah Filipina, Malaysia, Thailand,dan Singapura yang mencapai berturut-turut 27 persen, 66 persen, 73 persen dan 98 persen.

“Industri keuangan Indonesia memiliki peran yang penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi melalui intermediasi, dimana hingga 31 Desember 2012 dana intermediasi yang disalurkan sebesar Rp 7.159,4 Triliun,” ujarnya dalam keterangan resminya, Rabu (13/11/2013).

Adapun tiga pilar utama yang dicanangkan itu adapah, pertama, program edukasi dan kampanye nasional literasi keuangan. Kedua, penguatan infrastruktur literasi keuangan,
dan ketiga pengembangan produk dan layanan jasa keuangan yang terjangkau.

Penerapan ketiga pilar tersebut dimaksudkan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih melek produk layanan keuangan guna meningkatkan kesejahteraan mereka.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X