Manggis dan Salak Dibarter Sapi Australia

Kompas.com - 14/11/2013, 15:55 WIB
Buah manggis. shutterstockBuah manggis.
EditorErlangga Djumena


JAKARTA, KOMPAS.com
- Pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah mengajukan sebuah kebijakan untuk mendapatkan daging sapi impor Australia. Pemerintah mengajukan pada Australia agar buah manggis dan salak Indonesia diekspor ke Australia untuk ditukar dengan daging sapi.

"Kalau nggak mau salak dan manggis di Australia, sapi kita tahan," ujar Direktur Pemasaran Internasional Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Mesah Tarigan, Kamis (14/11/2013).

Barter tersebut pada akhirnya berhasil mendapatkan pasokan daging sapi Australia dengan murah. Namun Mesah menjelaskan cara tersebut membutuhkan waktu yang sangat lama.

"Walaupun harus makan waktu dua tahun ekspor manggis," ungkap Mesah.

Melihat sulitnya melakukan ekspor komoditi pangan, Mesah berharap pemerintah juga mempunyai kebijakan untuk menahan laju impor. Dengan begitu, produksi pangan dalam negeri bisa dikonsumsi lebih banyak oleh masyrakat.

"Harusnya kita juga demikian, berani seperti buat kebijakan. Kita siapkan perangkatnya, jangan terlalu gampang negara lain ekspor," jelas Mesah. (Adiatmaputra Fajar Pratama)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X