Kompas.com - 14/11/2013, 23:20 WIB
Menko Perekonomian RI Hatta Rajasa, di Jakarta, Selasa (22/10/2013). ESTU SURYOWATIMenko Perekonomian RI Hatta Rajasa, di Jakarta, Selasa (22/10/2013).
Penulis Hindra Liauw
|
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com
 — Pemerintah Indonesia dan pemegang saham PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) asal Jepang akhirnya menyepakati harga provisi atas aset perusahaan aluminium satu-satunya di Asia Tenggara itu. Namun, keputusan akhir akan ditentukan sesuai audit independen.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, kedua pihak sepakat harga provisi Inalum di angka 556 juta dollar AS sesuai negosiasi terakhir di Singapura, Selasa (12/11/2013) lalu. Angka ini merupakan nilai perkiraan sementara aset Inalum sebelum diaudit oleh auditor independen.

Hatta mengatakan, jika hasil audit menunjukkan selisih nilai perkiraan dan aktualnya mencapai kurang atau lebih dari 20 juta dollar AS dari harga provisi, maka kedua pihak akan menyelesaikannya di lembaga arbitrase internasional.

"Namun, kami yakin perbedaan nilai tak melebihi batas," katanya seperti dilaporkan The Jakarta Post.

Berdasarkan negosiasi terakhir di Singapura, kedua pihak juga menyetujui transfer kepemilikan sebagai metode perubahan kepemilikan.

Inalum yang berbasis di Sumatera Utara berdiri pada 1976. Sebanyak 41,12 persen sahamnya dimiliki Pemerintah Indonesia, sementara 58,88 persen dimiliki konsorsium perusahaan Jepang yang terdiri dari 12 perusahaan, di antaranya Sumitomo Chemical Co Ltd dan Mitsubishi Corporation.

Inalum beroperasi sejak 1983 menghasilkan 250.000 ton logam aluminium setiap tahunnya. Sebanyak 60 persen di antaranya dikirim ke Jepang. Sesuai perjanjian, kontrak selama 30 tahun akan berakhir pada 31 Oktober 2013.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


Sumber
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.