Menhub Khawatir Asing Dominasi Pengelolaan Bandara

Kompas.com - 19/11/2013, 14:57 WIB
Menteri Perhubungan, E.E.Mangindaan, di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (11/10/2013). ESTU SURYOWATIMenteri Perhubungan, E.E.Mangindaan, di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (11/10/2013).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan E.E Mangindaan resah dengan rencana pemerintah memperlonggar sektor yang bisa dimasuki asing, termasuk 100 persen pengelolaan bandara.

"Kalau pengelola harus kita kaji lagi. Kita tidak melarang, tapi kalau pengelolaan bandara Angkasa Pura, pemerintah punya," kata Mangindaan ditemui wartawan usai sidang paripurna dengan DPD RI di Senayan, Jakarta, Selasa (19/11/2013).

Mangindaan mengatakan saat ini memang beberapa terminal di bandara sudah dikelola asing. Namun demikian, kalaupun daftar netagif investasi soal pengelolaan bandara jadi direvisi, ia berharap maksimum share asing sebesar 49 persen.

Pemerintah selama ini memiliki program asas cabotage, sehingga aktivitas asing di sektor perhubungan darat, laut, dan udara di Indonesia harus melalui izin otoritas. Selain itu, pemerintah dan pelaku usaha lokal harua memegang peran mayoritas. "Janganlah. Negara ini besar. Janganlah dijual murah," pungkasnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X