Tingkat Kepatuhan Pajak Pelaku Usaha Kecil Paling Rendah

Kompas.com - 21/11/2013, 16:05 WIB
Ilustrasi layanan perpajakan KONTAN/ Achmad FauziIlustrasi layanan perpajakan
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu permasalahan utama perpajakan di Indonesia adalah rendahnya tingkat kepatuhan pajak, terutama wajib pajak orang pribadi yang menjalankan usaha kecil.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Fuad Rahmany mengatakan, kebanyakan masyarakat adalah pelaku usaha kecil, seperti toko, buka bengkel, dan sebagainya. Pada tahun 2012, ia menyebut total penerimaan pajak dari masyarakat non-karyawan sangat rendah ketimbang masyarakat berprofesi karyawan.

"Total penerimaan pajak dari karyawan mencapai Rp 79,5 triliun. Dibulatkan menjadi Rp 80 triliun. Sementara itu, penerimaan pajak orang pribadi non-karyawan hanya Rp 3,7 triliun. Jadi penerimaan pajak kita dari orang pribadi yang bukan karyawan hanya Rp 3,7 triliun, yang dari karyawan Rp 80 triliun," ujarnya, Kamis (21/11/2013).

Fuad menyebutkan, penerimaan pajak dari masyarakat berprofesi karyawan lebih mudah karena Direktorat Jenderal Pajak (DJP) ibaratnya meminta tolong kepada perusahaan untuk mengumpulkan pajak para karyawan untuk disetorkan ke negara.

Namun bagi masyarakat non-karyawan tidak ada kemudahan seperti itu. Mau tidak mau mereka harus datang ke kantor pajak dan membayarkannya secara langsung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X