Kompas.com - 21/11/2013, 16:47 WIB
Dirjen Pajak A. Fuad Rahmany KOMPAS/LASTI KURNIA Dirjen Pajak A. Fuad Rahmany
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Fuad Rahmany mengeluhkan sulitnya mengenakan pajak pada sektor usaha mikro kecil dan menengah (UKM). Padahal jumlah UKM mencapai jutaan unit usaha.

"Sektor UKM paling susah dipajaki. Padahal bukan berarti mereka nggak boleh dipajakkin. Mereka mestinya bayar paja kalau dia sudah mampu. Problemnya sektor ini jutaan jumlahnya," kata Fuad di Jakarta, Kamis (21/11/2013).

Lebih lanjut Fuad menjelaskan berdasarkan data tahun 2012, jumlah unit usaha di Tanah Air mencapai 56 juta unit. Adapun 55 juta diantaranya adalah unit usaha mikro. Unit usaha mikro tersebut, lanjutnya, tidak mungkin dikenakan pajak.

"Bukannya mereka tidak harus bayar pajak, tapi memang sulit memajaki mereka. Karena mereka kecil-kecil dan jumlahnya banyak. Dan biasanya mereka merasa tidak harus bayar pajak. Orang miskin," katanya.

Unit usaha yang seharusnya dikenakan pajak, kata Fuad, adalah sektor usaha kecil, menengah, dan besar. Adapun jumlah usaha kecil mencapai 679.000 unit usaha. Usaha menengah mencapai 48.000 unit dan usaha besar 4.900 unit.

Semua angka tersebut juga diperoleh berdasarkan data tahun 2012. "Penerimaan pajak kita baru dari usaha skala besar dan sebagian menengah. Yang kecil itu masih sedikit, apalagi yang mikro itu tidak bayar pajak," kata Fuad.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.