PLN Impor Listrik dari Malaysia untuk Suplai Pengusaha Tambang

Kompas.com - 22/11/2013, 17:20 WIB
Dirut PLN Nur Pamudji Kompas/Heru Sri KumoroDirut PLN Nur Pamudji
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengimpor dari Malaysia ke Kalimantan Barat untuk memenuhi kelistrikan di daerah perbatasan tersebut. Pasalnya jika daya listrik telah cukup, pengusaha tambang terutama mineral bisa segera membangun pabrik pengolahan bahan baku (smelter).

"Kita ingin Kalimantan Barat kelistrikan besar untuk bisa melayani pengusaha tambang bangun smelter," ujar Direktur Utama PLN Nur Pamudji, Jumat (22/11/2013).

Nur menjelaskan, pengusaha tambang khususnya mineral bisa menggali bauksit yang besar. Namun hal yang menjadi halangan, daya listrik untuk mengoperasikan smelter masih kecil.

"Karena potensi besar bauksit diolah smelter bisa jadi alumina. Sistem kelistrikan kalau kecil nggak stabil di Kalimantan Barat," ungkap Nur.

Nur menegaskan sudah ada tiga perusahaan tambang yang membutuhkan 100 Megawatt (MW). Namun para pengusaha tambang itu harus menunggu hingga tahun 2015, jika pembangkit listrik di Kalimantan Barat sudah selesai dibangun.

"Saya bilang tunggu 2015, listrik 100 MW itu gampang. Ada tiga yang menyatakan memasang smelter tapi belum meneken MoU," jelas Nur. (Adiatmaputra Fajar Pratama)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X