Kompas.com - 22/11/2013, 21:35 WIB
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Tahun depan, Lembaga Penjaminan Ekspor Indonesia (LPEI) akan lebih memperhatikan bisnis yang selama ini belum menjadi anak emas. Misalnya, bisnis tanaman pertanian dan usaha kecil menengah (UKM) khusus ekspor.

Perusahaan pembiayaan yang dulu bernama Indonesia Eximbank ini berencana menggenjot pembiayaan ke komoditas kopi. Disadari betul, kopi tak lagi hanya kebutuhan, tapi sudah menjadi gaya hidup sebagian masyarakat Indonesia.

I Made Gde Erata, Chairman dan Chief Executive Officer (CEO) LPEI sangat berharap tahun depan pembiayaan di industri kopi kian meningkat. "Tahun ini jumlah pembiayaan kopi hanya Rp 800 miliar," katanya, Kamis (21/11/2013). Dia berharap, tahun depan LPEI bisa membiayai bisnis ekspor kopi hingga Rp 1 triliun.

Bisnis kopi termasuk kategori bisnis pertanian dan tanaman perkebunan. Sekitar 4,8% pembiayaan LPEI mengucur ke sektor ini. Hingga 19 November lalu, LPEI mencatat sudah mengucurkan pembiayaan sekitar Rp 37 triliun, tumbuh 34% dibandingkan tahun lalu.

Sektor industri terbesar yang dibiayai selama ini adalah tekstil, dengan porsi hampir 10%, diikuti perkebunan dan hasil kelapa sawit. "Tahun ini target sudah terpenuhi, saatnya menunggu persetujuan dari pemerintah untuk pendanaan tahun depan," paparnya.

Tak hanya menggenjot komoditas, tahun depan LPEI juga meningkatkan pembiayaan usaha kecil menengah (UKM) yang berorientasi ekspor. Hingga akhir Oktober lalu nilai pembiayaan yang mengucur ke segmen ini mencapai Rp 2,7 triliun.

Porsi pembiayaan UKM masih mini, sekitar 7,3% dari total pembiayaan perusahaan. Manajemen menargetkan, tahun depan perusahaan bisa mengucurkan 10% pembiayaannya pada sektor kecil ini.

Meski menggenjot bisnis ini, manajemen LPEI berjanji tetap menjaga prinsip kehati-hatian. Alasannya, jumlah debitur UKM yang kreditnya bermasalah terus bertambah. "Tapi karena nilai pembiayaan pada UKM kecil, sejauh ini tak terlalu mempengaruhi rasio kredit macet keseluruhan," kata Made Erata beberapa waktu lalu.

Rasio non-performing loan (NPL) LPEI hingga Oktober lalu sebesar 1,15%, lebih baik dibandingkan ketika di awal tahun, yang sebesar 1,19%. Tak menetapkan target baru, LPEI yakin pembiayaan terus tumbuh di atas Rp 37 triliun. "Aset yang kita miliki hingga 19 November sekitar Rp 45 triliun," kata Erata. (Yuliani Maimuntarsih)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Kontan
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bank Sinarmas Luncurkan Aplikasi Simobiplus, Apa Saja Keunggulannya?

Bank Sinarmas Luncurkan Aplikasi Simobiplus, Apa Saja Keunggulannya?

Rilis
Blue Bird Akan Tambah 4.000 Armada Lebih di 2022

Blue Bird Akan Tambah 4.000 Armada Lebih di 2022

Whats New
Berencana Ekspansi ke RI, Perusahaan Asal Malaysia Ini  Cari Agen untuk Tawarkan Tabungan Emas

Berencana Ekspansi ke RI, Perusahaan Asal Malaysia Ini Cari Agen untuk Tawarkan Tabungan Emas

Whats New
Kode Bank BCA Syariah dan Bank Lain untuk Transaksi Transfer Antarbank

Kode Bank BCA Syariah dan Bank Lain untuk Transaksi Transfer Antarbank

Spend Smart
Cara Daftar m-Banking BRI, BNI, BCA, dan Mandiri dengan Mudah

Cara Daftar m-Banking BRI, BNI, BCA, dan Mandiri dengan Mudah

Whats New
PT Vale Indonesia Targetkan Produksi Nikel Tumbuh 3 Kali Lipat di 2025

PT Vale Indonesia Targetkan Produksi Nikel Tumbuh 3 Kali Lipat di 2025

Whats New
Laba Bersih BRI Setara 25,5 Persen Total Laba Seluruh BUMN di 2021

Laba Bersih BRI Setara 25,5 Persen Total Laba Seluruh BUMN di 2021

Whats New
Sri Mulyani Pastikan 3 Provinsi Baru di Papua Bakal Punya Anggaran Khusus Pemilu 2024

Sri Mulyani Pastikan 3 Provinsi Baru di Papua Bakal Punya Anggaran Khusus Pemilu 2024

Whats New
Simak 3 Tips Meningkatkan Strategi Marketing Lewat TikTok

Simak 3 Tips Meningkatkan Strategi Marketing Lewat TikTok

Work Smart
Vaksin Bosster Jadi Syarat Perjalanan, Kemenhub: Pokso Vaksinasi Akan Tersedia di Terminal, Bandara dan Pelabuhan

Vaksin Bosster Jadi Syarat Perjalanan, Kemenhub: Pokso Vaksinasi Akan Tersedia di Terminal, Bandara dan Pelabuhan

Whats New
Besok, Pemerintah Luncurkan Minyak Goreng Curah Kemasan Sederhana Seharga Rp 14.000/liter

Besok, Pemerintah Luncurkan Minyak Goreng Curah Kemasan Sederhana Seharga Rp 14.000/liter

Whats New
Kementan Pastikan 1,8 Juta Hewan Kurban Aman untuk Penuhi Kebutuhan Idul Adha

Kementan Pastikan 1,8 Juta Hewan Kurban Aman untuk Penuhi Kebutuhan Idul Adha

Rilis
INA dan SRF China Jalin Kerja Sama Investasi di Indonesia

INA dan SRF China Jalin Kerja Sama Investasi di Indonesia

Rilis
Bos BPJS Kesehatan: Kami Berharap Sampai 2024 Tidak Ada Kenaikan Iuran

Bos BPJS Kesehatan: Kami Berharap Sampai 2024 Tidak Ada Kenaikan Iuran

Whats New
Vaksin Booster Jadi Syarat Perjalanan, Ini Kata Kemenhub dan KAI

Vaksin Booster Jadi Syarat Perjalanan, Ini Kata Kemenhub dan KAI

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.