Jawa Barat Ekspor Kopi dan Teh ke Maroko

Kompas.com - 29/11/2013, 08:55 WIB
Ilustrasi kopi KOMPAS/MOHAMAD BURHANUDINIlustrasi kopi
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

BANDUNG, KOMPAS.com - Jawa Barat mengekspor kopi dan teh dalam skala besar ke Maroko, yaitu sebesar 18 ton kopi jenis arabica dan robusta dan 14 ton teh hijau.

Ekspor tersebut ditandai dengan pelepasan kontainer yang mengangkut kopi dan teh di Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis, (28/11/2013), oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

"Kita (Jawa Barat, red) mengekspor 18 ton kopi arabica dan robusta, kemudian 14 ton teh ke Maroko," kata Heryawan. Hal ini, menurutnya, merupakan salah satu terobosan memperdagangkan pertanian Jawa Barat, yang merupakan penghasil teh dan kopi terbesar di Indonesia.

"Ini merupakan terobosan untuk memperdagangkan pertanian kita, yakni, teh dan kopi ke negara lain" katanya.

Heryawan mengatakan, ekspor kopi dan teh ke Maroko kali ini merupakan yang pertama kalinya. dan diharapkan bisa menjadi momentum besar pengusaha Jawa Barat untuk mengembangkan sayap.

"Maroko bisa dijadikan pintu masuk bagi ekspor Jawa Barat ke pasar yang lebih luas lagi di benua Afika," imbaunya.

Maroko membutuhkan 3.000 ton impor kopi dan teh per tahunnya. Sementara ini, negara tersebut mendapatkan kopi dan teh dari Indonesia melalu Spanyol terlebih dulu, sehingga pendapatan yang diraup Jawa Barat kurang maksimal.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X